Aceh Tamiang -Tipikorinvestigasinews.id
mencuat dugaan penjualan tanah kebun sawit seluas satu hektar, tanah yang di sebut-sebut hasil perjuangan masyarakat dari HGU PT Betami yang terletak di Kampung(Desa*Red) Mekar Jaya, Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang.
Kamis(19/06/2025)
Diketahui dari sumber yang menyebutkan adanya penjualan tanah seluas 1 hektar yang di lakukan oleh Datok penghulu(Kades*Red) Kampung mekar jaya. Sumber yang bernama Irwan Syaputra,SH,MH,(50) yang di ketahui oleh masyarakat sekitar adalah pengacara Datok, saat di konfirmasi awak media melalui pesan watshapp, irwan menjelaskan.
“Datok menjual Tanah milik Betami,
Kwetansinya SM pembelinya ada itu,,surat nya ada d kantor desa,,sekdes juga menandatangani nya,,tanya bayu,
saya juga menandatangani nya sebagai saksi jual beli itu,
Yang membeli tanah itu eyang namanya, orang perapen, 100 juta itu di jual sama Datok,”terang irwan.
Awak media konfirmasi Bayu selaku sekertaris Desa (Sekdes) melalui telepon wathsapp. Bayu menjelaskan.
“Benar bang, saya tau, jual beli itu, yang beli eyang namanya, namun soal surat nya, Arsip nya enggk ada bg, saya tidak bisa kasi foto nya, soal harganya saya kurang tau bg berapa, kalau soal tanda tangan saksi, entah bang, saya lupa,”terang Sekdes.
Awak media menelusuri keberadaan eyang, yang di sebut-sebut pembeli tanah tersebut,
Awak media konfirmasi warga sekitar di sebuah warung kopi,
“Yang kami tau kan bang, eyang itu calon besan pak datok, calon mertua aseng, anaknya pak Datok, rumah nya di limau Mungkur bang, yang kami tau tanah itu di gadekan sama pak Datok, bukan di jual, kalau perihal di jual kami enggak tau bang,”terangnya.
Selanjutnya sumber yang tidak ingin di sebutkan namanya menerangkan kepada awak media melalui telepon wathsapp.
“Bang itu namanya bukan eyang bang, ayek itu namanya, orang limau Mungkur,”ujarnya
Datok Penghulu saat di konfirmasi melalui telepon wathsapp, mengatakan.
“Itu tidak benar bang, jangn di naikan berita dulu bang, ini saya di Banda Aceh, pulang saya nanti kita duduk, dan saya jelas kan,”terang Datok.
Sepulangnya awak media dari konfirmasi beberapa sumber, Awak media bertemu pak Datok di jalan, ternyata pak Datok tidak di Banda Aceh, hanya menghindar dari konfirmasi awak media saja. Mengatakan sedang di Banda Aceh,
Di minta kepada aparat penegak hukum untuk menindak lanjuti permasalahan ini agar terbuka terang dan tidak menjadi polemik di kalangan masyarakat.
( Kaperwil Aceh )







____________________________________________