Samarinda, tipikorinvestigasinews.id – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dalam mewujudkan lalu lintas yang aman dan tertib terus menunjukkan hasil positif.
Terlebih sejak deklarasi Gerakan Aksi Hidupkan (AH) Pembayaran Non-Tunai dan Aksi Hindari (AH) Parkir Liar pada bulan September lalu digencarkan, masyarakat Samarinda kini semakin terbiasa menggunakan sistem pembayaran non-tunai, khususnya di sektor parkir.
Deklarasi yang diinisiasi oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda tersebut digalakkan bertepatan pada momentum Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas).
Tujuannya tak lain dan tak bukan adalah untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut serta dalam menciptakan lingkungan lalu lintas yang aman, nyaman, dan tertib.
Kepala Dishub Samarinda Hotmarulitua Manalu, mengungkapkan bahwa setidaknya sejak deklarasi, saat ini kawasan Jalan Panglima Batur telah sepenuhnya menerapkan sistem pembayaran non-tunai.
“Salah satunya kan adanya peran serta masyarakat. Karena tanpa ada dukungan masyarakat maka deklarasi itu tidak bisa jalan. Jika masyarakat masih ingin membayar tunai, maka akan sulit bagi kita untuk menghilangkan pembayaran tunai sepenuhnya,” ujar Manalu, Senin (28/10/2024).
Berdasarkan data yang dihimpun pihaknya, penggunaan sistem pembayaran non-tunai untuk parkir di tepi jalan telah meningkat cukup signifikan.
Peningkatannya setelah deklarasi untuk parkir di tepi jalan sudah sekitar 50-60 persen, kalau mall sudah 100 persen,” sebut Manalu.
Manalu mengaku meski telah terjadi peningkatan yang cukup signifikan, namun masih terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi.
Salah satunya adalah terkait dengan pembayaran tunai di tepi jalan yang masih sering terjadi. Hal ini disebabkan karena banyaknya titik masuk dan keluar kendaraan di area tersebut.
“Hal ini perlahan, karena tepi jalan itu kan sifatnya adalah semua menjadi pintu masuk dan keluar,” tutupnya.(Tim Samarinda)







____________________________________________
