Jember,Tipikorinvestigasinews.id – Minggu,29/06/2025,Halimatus Sa’diyah warga desa sucopangepok dusun pakel kini memanen kopinya yang sudah dua tahun terbengkalai akibat larangan dari kepala desa sucopangepok dan perangkat dengan alasan tanah ini masih bersengketa,padahal pak kades sudah tahu bahwa pemilik tanah saya Halimatus Sa’diyah sudah memiliki sertifikat lahan kopi tersebut,
“Dan Masalah ini sempat sampai dimeja hijau mas,waktu sidang itu yang bikin saya kaget pak kades bilang di depan hakim bahwa sertifikat yang saya miliki ini adalah sertifikat abal-abal,”
Tapi tetap dengan alasan tanah saya ini bersengketa,sampai dua tahun tanaman kopi saya tidak terpanen dan menjadi rusak semua,dan siapa yang bertanggung jawab,ucap Halimatus kepada awak media.
Lanjut Halimatus,dan saya mulai sadar bahwa saya ini sepertinya dipermainkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,maaf ya mas saya ini orangnya polos apa adanya,mungkin karena kepolosan saya ini dijadikan sebuah kesempatan,ungkapnya.
Lagi Halimatus,Jujur mas,semuanya nggak masuk akal sama sekali,sebab waktu proses pembuatan sertifikat itu semua yang hadir itu dari desa dan orang BPN,dan tidak ada masalah sama sekali dan sampai jadi sertifikat,
Seandainya tanah ini bermasalah kok tidak mulai dulu waktu pengukuran itu dijelaskan bahwa tanah ini bersengketa di karenakan ada sesuatu hal,
Loh,ini saya sudah pegang sertifikat selama sembilan tahun Lo,kok tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku ini punya saya dari ahli waris,dan anehnya lagi pak kades tidak bisa berada diposisi netral untuk mengatasi masalah ini,malah pak kades berpihak kepada orang yang mengaku ahli waris tanah yang saya miliki,
Saya jadi bingung jadinya mas sertifikat dan berkas pak kades yang menandatangani kok bisa pak kades langsung bilang ini tanah bermasalah jangan dipanen dulu kopinya,seperti itu mas ucapan pak kades kepada saya.
Kembali halimatus menututurkan,dua tahun berlalu dari masalah lahan kopi yang diduga bersengketa,sekarang saya mulai mengerti apa yang seharusnya saya lakukan,
“Saya yang menanam kopi,saya yang merawat,tanaman tumbuh di lahan saya,jadi saya harus memanen kopi yang saya tanam”ungkapnya.
Meski dalam hati sedikit ada kekwatiran ditakutkan ada yang mengganggu dan menghalang-halangi,seperti kejadian diwaktu dulu,
Dan Alhamdulilah saat kami di kebun memanen kopi tidak ada masalah semua berjalan lancar,
Harapan saya semoga masalah ini segera selesai dan tidak ada lagi hal-hal lain yang menjadi sumber masalah.dan Yang Maha Kuasa pasti tau mana yang benar dan yang salah,pungkas Halimatus.
Pewarta: RES.







____________________________________________