EMPAT LAWANG–Tipikorinvestigasi news id, Polemik di SPBU Talang Gunung, Kabupaten Empat Lawang kembali memanas setelah muncul dugaan bahwa SPBU tersebut milik seorang anggota DPRD berinisial SF. Situasi ini menjadi sorotan luas di media massa dan media sosial, terutama setelah terjadinya insiden berbahaya pada Senin (24/11/2025), ketika seorang pria diduga mengeluarkan senjata tajam (sajam) di area SPBU hingga nyaris melukai dua jurnalis yang sedang melakukan peliputan.
Insiden bermula ketika masyarakat mempertanyakan adanya aktivitas yang dianggap tidak wajar di SPBU tersebut, termasuk dugaan penjualan BBM subsidi kepada pelaku penimbunan. Namun, perhatian publik semakin tajam ketika oknum polisi yang berada di lokasi diduga melakukan pembiaran, padahal tindakan tersebut jelas membahayakan keselamatan jurnalis dan warga.
Peristiwa ini langsung memicu reaksi keras dari publik. Banyak yang menilai bahwa pembiaran terhadap orang yang mengeluarkan sajam bukan hanya mencoreng wibawa aparat, namun juga menunjukkan adanya indikasi kelalaian serius dalam menjaga keamanan di ruang publik. Apalagi lokasi kejadian berada di SPBU, tempat yang seharusnya dijaga ketat karena menyangkut distribusi BBM serta keselamatan masyarakat.
Di sisi lain, dugaan bahwa SPBU tersebut terkait dengan seorang anggota DPRD berinisial SF semakin memperkuat opini publik bahwa kasus ini tidak bisa dipandang biasa. Masyarakat menilai, jika dugaan penjualan BBM subsidi kepada penimbun benar terjadi, maka harus ada langkah tegas. Aturan jelas menyebutkan bahwa SPBU yang menjual BBM subsidi kepada pihak yang tidak berhak dapat dikenai sanksi berat, mulai dari pencabutan izin hingga pidana penjara sesuai UU Migas.
Opini publik kini mengarah pada satu pertanyaan besar:
“Apa alasan oknum polisi tersebut diduga membiarkan orang mengeluarkan sajam di tengah keramaian, dan mengapa sampai saat ini belum ada klarifikasi resmi?”
Sampai berita ini diturunkan, oknum polisi yang ada di lokasi belum memberikan pernyataan maupun klarifikasi, sementara kasus ini terus menjadi perbincangan hangat di media sosial. Banyak pihak mendesak agar pihak kepolisian, Pertamina, serta pemerintah daerah segera melakukan penyelidikan menyeluruh, baik terkait insiden sajam maupun dugaan distribusi BBM subsidi yang tidak sesuai aturan.
Publik menegaskan bahwa ini bukan sekadar insiden biasa. Kasus ini menyangkut keselamatan jurnalis, integritas aparat, dan tata kelola BBM subsidi yang merupakan hak masyarakat. Transparansi dan tindakan cepat adalah hal yang paling ditunggu.
(Susan-Cs)







____________________________________________
