Jakarta | tipikorinvestigasinews.id ~ Langkah agresif diambil Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil dalam mempercepat pembangunan infrastruktur transportasi. Bupati Aceh Singkil, H. Safriadi Oyon, SH, melakukan kunjungan kerja strategis ke Kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI di Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Didampingi Kepala Dinas Perhubungan Aceh Singkil, Syam’un Nst, S.ST., Bupati menggelar rapat koordinasi maraton bersama Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda, yang juga dihadiri oleh perwakilan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Laut, dan Darat.

Sektor udara menjadi poin krusial dalam pertemuan tersebut. Bupati Safriadi secara khusus mendesak percepatan perpanjangan landasan pacu (runway) Bandara Syekh Hamzah Fansuri. Targetnya jelas: agar bandara kebanggaan masyarakat Singkil ini dapat didarati pesawat berbadan lebih besar seperti tipe ATR dan Wings Air.
“Kita ingin akses ke Aceh Singkil lebih terbuka. Selain infrastruktur, kami juga memohon penambahan kuota penerbangan dan pembukaan rute strategis baru, yakni Singkil Banda Aceh (PP),” tegas Bupati dalam rapat tersebut.
Menyadari potensi wisata internasional di Kepulauan Banyak, Bupati mengusulkan perbaikan menyeluruh pada fasilitas pelabuhan. Poin-poin utama yang disampaikan meliputi:
Rehabilitasi Pelabuhan Fery Pulau Banyak: Fokus pada perbaikan struktur dolphin (penambat) atau pembangunan gedung fasilitas baru.
Pengembangan Pelabuhan Pulau Banyak Barat: Usulan pembangunan fasilitas pelabuhan untuk mendukung logistik di wilayah barat kepulauan.
Mobilitas Pelajar dan Solusi Transportasi Desa
Tak hanya infrastruktur besar, aspek sosial dan ekonomi kerakyatan juga menjadi perhatian. Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil mengajukan permohonan pengadaan Bus Sekolah untuk menjamin keamanan dan kenyamanan akses pendidikan para siswa.
Sementara itu, untuk mengatasi isolasi wilayah di tingkat desa, Bupati mengusulkan pengadaan Rakit Penyeberangan di Desa Serasa.
Sarana ini dinilai vital untuk mempermudah mobilisasi warga dan mempercepat arus ekonomi lokal yang selama ini terhambat akses penyeberangan yang memadai.
Pertemuan ini merupakan bentuk komitmen “jemput bola” Pemkab Aceh Singkil ke pusat guna memastikan alokasi APBN mengalir ke daerah demi kepentingan publik.
Kepala Dinas Perhubungan, Syam’un Nst, menambahkan bahwa seluruh usulan tersebut telah diterima dengan baik oleh pihak kementerian dan akan ditindaklanjuti secara teknis. “Ini adalah ikhtiar kita agar integrasi transportasi darat, laut, dan udara di Aceh Singkil benar-benar terwujud secara maksimal,” pungkasnya.[]
Laporan : Khalikul Sakda.







____________________________________________