SAMARINDA,tipikorinvestigasinews.id –Kesultanan Sambaliung resmi menyampaikan aspirasi tertulis kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, terkait dinamika industri pertambangan dan kesejahteraan sosial di Kabupaten Berau. Surat tersebut diterima langsung oleh ajudan Gubernur Kaltim di Samarinda.
Langkah ini merupakan bentuk diplomasi kultural untuk menjembatani aspirasi masyarakat lokal dengan kebijakan perusahaan dan pemerintah daerah.
Dalam surat tersebut, terdapat beberapa poin krusial yang menjadi perhatian utama, antara lain:
•Transparansi CSR: Mendesak perusahaan, khususnya PT Berau Coal, untuk membuka data penyaluran Corporate Social Responsibility (CSR) secara terbuka agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
• Akses Pekerjaan: Meminta penyederhanaan regulasi internal perusahaan yang dinilai terlalu birokratis, sehingga menyulitkan putra daerah mendapatkan pekerjaan di tanah kelahirannya.
• Masalah Lahan & Alat: Mendesak percepatan proses pembebasan lahan serta penuntasan pengembalian alat kerja warga yang masih ditahan.
Pemangku Adat Kesultanan Sambaliung, Hasanudin, menyampaikan optimisme atas respon yang diberikan. Menurutnya, Pemerintah Provinsi menunjukkan itikad baik untuk memediasi persoalan ini.
Alhamdulillah, usulan saya sangat direspon oleh Bapak Gubernur. Dan semua perusahaan akan diundang,” ujar Hasanudin.
Ia menegaskan, langkah yang diambil tetap berjalan dalam koridor hukum dan etika. Gerakan ini bukan bermaksud menghambat investasi, melainkan menyelaraskan kehadiran industri dengan eksistensi adat dan kesejahteraan ekonomi rakyat.
Diharapkan melalui mediasi ini, tercipta ekosistem industri di Berau yang lebih inklusif, transparan, dan menghargai hak masyarakat adat serta kepemilikan lahan warga lokal.
{Syamsul}







____________________________________________