Generasi Muda Kapuas Hulu Didorong Lestarikan Budaya Lewat Workshop Pantun Pebayu.

Putussibau, Media Nasional TipikorInvestigasiNews.id 2 Mei 2026- Upaya pelestarian budaya Melayu kembali digaungkan melalui Workshop Pantun Pebayu yang diselenggarakan oleh Sahabat Beramal Kapuas Hulu, Sabtu (2/5/2026), di Gedung FKUB Putussibau Kota.

Kegiatan ini diikuti berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh masyarakat, penggiat seni dan budaya, perwakilan OSIS SMA/MA dan SMK se-Putussibau, BEM STIT IQRA Kapuas Hulu, hingga komunitas seni Sanggar Betabuh Kapuas Hulu. Suasana berlangsung meriah dengan nuansa budaya Melayu yang kental.

Workshop ini menjadi ruang edukasi sekaligus silaturahmi lintas generasi dalam rangka memperkuat identitas budaya Melayu di tengah arus modernisasi. Mengusung semangat “Takkan Melayu Hilang di Bumi”, kegiatan tersebut juga bertujuan membangkitkan kembali minat generasi muda terhadap seni berpantun.

Narasumber utama, Agus Rachman yang dikenal sebagai Tuan Guru Agus “Muare” Rachman, memaparkan materi seputar sejarah, filosofi, serta teknik berpantun. Ia dikenal sebagai pemantun internasional, penemu Teori 8 Rima Pantun, sekaligus pengembang aplikasi berbasis kecerdasan buatan PANTUNin AI.

Dalam pemaparannya, Agus menjelaskan bahwa pantun bukan sekadar karya sastra berima, melainkan sarat nilai adab, pendidikan, dan kearifan lokal masyarakat Nusantara. Ia juga mengulas struktur pantun klasik dan modern, teknik menyusun sampiran dan isi, serta metode cepat menciptakan pantun melalui pendekatan Teori 8 Rima.

“Pantun bukan sekadar susunan kata berima, tetapi jati diri dan marwah budaya Melayu. Jika generasi muda berhenti berpantun, maka perlahan akar budayanya juga akan memudar,” ujarnya di hadapan peserta.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan sesi interaktif. Peserta diajak mempraktikkan langsung teknik berpantun secara spontan dengan pendekatan kreatif dan relevan di era digital. Pantun, menurut Agus, juga dapat dimanfaatkan sebagai media dakwah, pendidikan karakter, hingga diplomasi budaya.

Ketua panitia sekaligus Founder Sahabat Beramal Kapuas Hulu, Een RJ, menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.

Ia menegaskan bahwa workshop ini merupakan langkah konkret dalam menjaga warisan budaya Melayu agar tetap hidup dan berkembang.

“Melalui kegiatan ini kami ingin membangkitkan kembali kecintaan generasi muda terhadap pantun Melayu. Pantun adalah identitas, adab, dan cara orang Melayu menyampaikan ilmu serta nasihat dengan indah. Kami berharap kegiatan ini menjadi awal lahirnya generasi pemantun muda Kapuas Hulu yang mampu membawa budaya daerah hingga ke tingkat nasional bahkan internasional,” kata Een.

Kegiatan ini diharapkan menjadi pemicu berkelanjutan bagi pelestarian budaya Melayu, khususnya seni berpantun, di kalangan generasi muda Kapuas Hulu.(Adi*ztc).

TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID
⚖️ Tegakkan Keadilan, Perjuangkan Kebenaran
PERINGATAN: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial dan dikomersilkan tanpa seizin redaksi.

Pos terkait

banner 468x60 ____________________________________________banner 728x250
T I P I K O R
INVESTIGASI NEWS.ID
BREAKING NEWS
BERITA TERUPDATE • INFORMASI LINTAS DAERAH • MEDIA. NASIONAL TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID • Menyajikan BERITA TERKINI • UNGKAP FAKTA • SOROT • KASUS • Investigasi Tajam, Informasi Terpercaya • Tegas, Jujur, dan Berintegritas • Sorot Fakta Tanpa Kompromi • Mengungkap Fakta Demi Kebenaran • Fakta Bicara, Kami Menyuarakan • Suara Fakta untuk Keadilan
─────────────────────────────────────────

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *