Muaradua, Sumatera Selatan-tipikorinvestigasinews.id-Rehabilitasi Jembatan Gantung di Desa Selabung Blimbing Jaya, Kecamatan Mekakau Ilir, Kabupaten OKU Selatan, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Pasalnya, belum genap satu bulan sejak diserahterimakan, jembatan tersebut sudah mengalami kerusakan cukup parah dan dinilai membahayakan keselamatan pengguna, Rabu (28/1/2026).
Proyek rehabilitasi jembatan yang berada di bawah tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten OKU Selatan itu menggunakan anggaran APBD dengan nilai mencapai sekitar Rp287 juta. Namun ironisnya, kondisi jembatan saat ini tampak memprihatinkan. Sejumlah bagian konstruksi terlihat copot dan patah, sehingga memunculkan kekhawatiran warga yang setiap hari melintas.
Beruntung, peristiwa tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Meski demikian, kerusakan dini ini menimbulkan tanda tanya besar terkait kualitas pekerjaan serta pengawasan proyek pemerintah.
Dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial, terlihat Kepala Desa Selabung Blimbing turut membantu memperbaiki bagian jembatan yang rusak secara swadaya. Kondisi ini semakin memicu perhatian publik terhadap mutu rehabilitasi jembatan yang baru saja rampung dikerjakan.
Warga Desa Blimbing Jaya menyebutkan bahwa proyek rehabilitasi jembatan tersebut diborong langsung oleh oknum Kepala Desa Selabung Blimbing berinisial SR. Informasi tersebut diperkuat dengan pengakuan langsung dari yang bersangkutan saat dikonfirmasi media.
โBenar, jembatan itu saya yang mengerjakan. Baru selesai sekitar satu bulan lalu. Mungkin ada besi ukuran 2 milimeter yang tergeser. Tukangnya masih di Palembang dan akan diperbaiki,โ ujar SR.
SR juga menyampaikan bahwa proyek rehabilitasi jembatan gantung tersebut merupakan aspirasi dari salah satu anggota DPRD Kabupaten OKU Selatan berinisial SY yang berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) 3.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius di tengah masyarakat terkait mekanisme pelaksanaan proyek, mutu material yang digunakan, serta fungsi pengawasan dari instansi terkait. Pasalnya, proyek dengan nilai ratusan juta rupiah seharusnya memiliki kualitas yang mampu bertahan lama dan menjamin keselamatan warga.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas PU Kabupaten OKU Selatan belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab kerusakan jembatan maupun langkah evaluasi dan pertanggungjawaban atas proyek tersebut.
Pewarta: Jakpar, S







____________________________________________