SUMUT||Nias Selatan,tipikorinvetigasinews.id – Dugaan penyimpangan anggaran kembali mencuat di dunia pendidikan. Kepala Sekolah SMPN 1 Lolowau disorot keras setelah kondisi bangunan sekolah menunjukkan kerusakan parah yang tidak sebanding dengan dana BOS yang telah dicairkan setiap tahun untuk kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana.
Hasil peninjauan Tim Investigasi Nasional dari Redaksi Tipikor Investigasi News.Id Kamis 20 November 2025 memperlihatkan fakta mencolok: jendela rusak, ventilasi lapuk, dinding kusam, serta area pekarangan dan fondasi bangunan yang tidak terawat. Kerusakan ini mempertegas pertanyaan publik – ke mana sebenarnya anggaran pemeliharaan sekolah dialokasikan?
Sumber internal yang layak dipercaya menyatakan bahwa sejak tahun 2022 hingga 2024, kegiatan pemeliharaan nyaris tidak terlihat.
Dari hasil R-KAS atau SPJ Laporan pertangung jawaban pelaksanaan kegiatan anggaran dana bos terkait kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah.
Tahun 2022 Tahap 1. Rp.15.214.000
Tahap 2.
Rp.53.310.000.
Tahap 3.
Rp.12.000.000
Tahun 2023.
Tahap 1 Rp 3.735.000.
Tahap 2.
Rp.22.740.000.
Tahap 3 Rp.14.820.000.
Tahun 2024.
Rp.35.803.850.
Tahun 2025.
Rp.33.646.000.
meskipun anggaran BOS rutin mengalir. Kondisi tersebut menimbulkan dugaan kuat bahwa pengelolaan dana dilakukan secara tidak transparan dan tidak sesuai mekanisme resmi.
“Anggaran pemeliharaan ada, tapi kondisi sekolah semakin memprihatinkan. Kami curiga ada penyalahgunaan anggaran,” ujar salah satu sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.Selain itu, sekolah juga diduga tidak melaksanakan kewajiban publikasi laporan penggunaan dana BOS, padahal aturan menyatakan seluruh bentuk pengeluaran harus diumumkan secara terbuka kepada guru, komite, dan masyarakat.
Dugaan penyimpangan ini mendapat perhatian serius dari masyarakat dan pemerhati pendidikan, mengingat dana BOS merupakan anggaran negara yang wajib dikelola secara jujur, transparan, dan akuntabel.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kepala SMPN 1 Lolowau belum memberikan klarifikasi resmi meski telah diupayakan untuk dikonfirmasi. Publik mendesak adanya pemeriksaan menyeluruh oleh pihak berwenang guna memastikan tidak ada unsur penyalahgunaan anggaran negara.
Tim Investigasi Nasional.
Redaksi,tipikorinvestigasinews.id
Reporter: Bz.Zebua.







____________________________________________