Kerja Jurnalistik Diancam dan Dianggap Memalukan, Oknum Proyek Visew Diduga Kembali Menekan dan Mengintimidasi Keluarga Wartawan

Barru, tipikorinvestigasinews.id – Sulsel, Kamis, 4 Desember 2025.

Dunia jurnalisme kembali menghadapi tekanan. Seorang oknum yang diduga terlibat dalam proyek Visew di Desa Harapan, Kabupaten Barru, kembali disebut mendatangi keluarga seorang wartawan dan melakukan tindakan yang dinilai bernuansa tekanan, provokasi, serta intimidasi verbal. Peristiwa ini terjadi setelah viralnya pemberitaan mengenai desakan LBH Suara Panrita Keadilan agar aparat penegak hukum segera menyelidiki dugaan ancaman terhadap wartawan tersebut.

Menurut informasi yang diterima media ini, oknum tersebut datang dengan dalih hendak menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga wartawan. Namun dalam rekaman percakapan yang dikirimkan oleh salah satu anggota keluarga wartawan, oknum itu juga terdengar mempertanyakan alasan dirinya kembali disebut dalam pemberitaan terkait kasus ini.

Ia sempat mengatakan, “Rusman ini semakin menjadi-jadi karena diberitakan lagi,” serta mempertanyakan, “Kenapa saya dilaporkan ke kapolsek, tidak ke kepala desa dulu?”

Dalam rekaman suara yang diterima redaksi, oknum tersebut juga menyampaikan kalimat bernada tekanan: “Kalau kamu tidak mau damai dan tetap melaporkan saya terserah, tapi kita baku tarik menarik—seluruh keluarga kena masalah. Kecuali pembunuhan, baru bisa langsung ke kapolsek. Kalau laporan ini berlanjut, ada saja keluarga di polres dan di pengadilan. Kita baku tarik itu.”

Pada percakapan yang sama, oknum tersebut menerima telepon dari seseorang yang disebut sebagai bendahara KKAD. Dalam rekaman itu terdengar permintaan agar oknum tersebut “naik ke rumah” keluarga wartawan. Oknum itu menjawab bahwa dirinya sudah berada di rumah tersebut. Bendahara itu kemudian ikut berbicara langsung kepada keluarga wartawan, menyampaikan permintaan maaf, dan mengaku turut merasa takut atas viralnya pemberitaan. Bendahara itu juga menyinggung bahwa ia memiliki keluarga yang bekerja di Pengadilan Barru.

Tak lama kemudian, oknum tersebut mengatakan akan mendatangi Polsek pada keesokan hari. Belum dapat dipastikan apakah rencana kedatangannya terkait dengan viralnya pemberitaan atau urusan lain, sebab rekaman percakapan yang dikirim melalui WhatsApp oleh anggota keluarga wartawan tiba-tiba dihapus, sehingga bagian percakapan selanjutnya tidak dapat diakses.

Keluarga Wartawan Diduga Mengalami Tekanan dan Provokasi

Beberapa saat setelah rekaman dikirim, wartawan yang bersangkutan mencoba menghubungi ponakannya. Namun panggilan tersebut tidak diangkat dan hanya dibalas dengan pesan singkat: “Jangan menelepon marah-marahi mamaku, dan jangan lanjutkan laporan itu. Itu cuma salah paham.”

Tak lama setelah itu, saat wartawan menghubungi kakaknya, terdengar percakapan emosional yang menggambarkan dugaan tekanan psikologis yang dialami keluarga. Sang kakak terdengar menangis sambil mengatakan: “Kita tinggal saja ini, memalukan sekali keluarga… kerjaannya cuma melapor-melapor. Oh Tuhan, cabut saja nyawaku ini… karena cuma tinggal di atas bumi memalukan…”

Situasi tersebut semakin menguatkan dugaan adanya tekanan psikologis yang dialami keluarga wartawan. Padahal, sebelum pemberitaan awal pada 2 Desember, wartawan sudah lebih dulu meminta klarifikasi dan konfirmasi kepada keluarganya mengenai ucapan oknum tersebut.

Dari sejumlah percakapan chat keluarga yang diterima redaksi, tampak bahwa keluarga wartawan tiba-tiba berubah sikap dan mulai memihak kepada oknum proyek tersebut. Hal ini menimbulkan dugaan adanya provokasi atau tekanan sehingga keluarga meminta agar laporan terhadap oknum tersebut dihentikan.

Dugaan Upaya Membungkam Kerja Jurnalistik

Oknum proyek tersebut tampak menganggap bahwa pemberitaan wartawan adalah bentuk pelaporan terhadap dirinya. Dalam percakapan dengan keluarga wartawan, ia juga disebut merendahkan profesi wartawan dengan mengatakan: “Pekerjaan apa itu, cuma memalukan saja… kerjanya cuma lapor-lapor bikin malu-maluin.”

Pernyataan tersebut dinilai sebagai upaya membangun persepsi negatif terhadap kerja jurnalistik sekaligus menekan keluarga wartawan agar menganggap pemberitaan sebagai tindakan yang merugikan mereka.

Situasi Terakhir

Hingga berita ini diturunkan, kondisi keluarga wartawan setelah kedatangan oknum tersebut belum dapat dipastikan. Komunikasi antara wartawan dan keluarganya masih berlangsung dalam situasi yang tidak stabil.

Kasus ini kembali menambah catatan dugaan intimidasi terhadap jurnalis yang menjalankan tugas profesional dalam mengawasi, menginvestigasi, dan menyampaikan informasi terkait proyek Visew di Desa Harapan, Kabupaten Barru.

Reporter: Rusman, C.EJ., C.BJ., C.In
Kaperwil Sulsel | Tipikor lnvestigasi News ID

Editor :Tim Red

TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID
⚖️ Tegakkan Keadilan, Perjuangkan Kebenaran
PERINGATAN: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial dan dikomersilkan tanpa seizin redaksi.

Pos terkait

banner 468x60 ____________________________________________banner 728x250
T I P I K O R
INVESTIGASI NEWS.ID
BREAKING NEWS
BERITA TERUPDATE • INFORMASI LINTAS DAERAH • MEDIA. NASIONAL TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID • Menyajikan BERITA TERKINI • UNGKAP FAKTA • SOROT • KASUS • Investigasi Tajam, Informasi Terpercaya • Tegas, Jujur, dan Berintegritas • Sorot Fakta Tanpa Kompromi • Mengungkap Fakta Demi Kebenaran • Fakta Bicara, Kami Menyuarakan • Suara Fakta untuk Keadilan
─────────────────────────────────────────

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *