Sumenep, tipikorinvestigasinews.id – Menanggapi pemberitaan sebelumnya 26 Januari 2025,terkait dugaan pemotongan uang Program Indonesia Pintar (PIP) sebesar Rp50.000,00 di SMAN 1 Sapeken, pihak sekolah akhirnya memberikan klarifikasi mengenai kejadian tersebut.
Kepala Sekolah SMAN 1 Sapeken, melalui pernyataan resmi, menyatakan bahwa adanya dugaan pemotongan dana PIP tersebut merupakan kesalahpahaman informasi antara pihak sekolah dan wali murid. Kepala Sekolah menjelaskan bahwa uang sebesar Rp50.000,00 bukanlah pemotongan, melainkan untuk kebutuhan administratif seperti pembelian materai, foto copy dll, yang sebelumnya telah disepakati oleh sebagian wali murid untuk mendukung kegiatan operasional sekolah tertentu yang tidak tercover oleh anggaran pemerintah.
“Tidak ada niat kami untuk melakukan pemotongan dana PIP. Namun, dalam komunikasi sebelumnya, mungkin terjadi kesalahan penjelasan sehingga menimbulkan persepsi berbeda di kalangan wali murid,” ujar Kepala Sekolah.
Beberapa wali murid yang sebelumnya menyatakan keberatan pun akhirnya mengonfirmasi bahwa informasi awal yang mereka terima kurang jelas. Salah satu wali murid menyebutkan, “Awalnya kami mengira uang itu dipotong langsung dari dana PIP siswa, tetapi setelah dijelaskan, ternyata uang itu diminta secara sukarela untuk mendukung program sekolah.”
Johari, perwakilan dari LSM yang menerima aduan, menyatakan bahwa pihaknya telah mendapatkan penjelasan dari Kepala Sekolah. “Setelah komunikasi dilakukan, kami memahami bahwa ini adalah kesalahpahaman. Namun, kami tetap berharap pihak sekolah lebih transparan dalam berkomunikasi dengan wali murid ke depannya untuk menghindari masalah serupa,” ujar Johari.
Pihak sekolah juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan berkomitmen untuk memperbaiki pola komunikasi dengan wali murid. Mereka berjanji bahwa seluruh program yang melibatkan sumbangan akan dilakukan dengan persetujuan resmi dan tercatat dengan baik demi menjaga kepercayaan masyarakat.
Dengan klarifikasi ini, pihak sekolah berharap masalah tersebut tidak berlanjut ke jalur hukum, karena sudah diselesaikan melalui mediasi dan dialog antara semua pihak terkait.(Red)






____________________________________________
