Aceh Timur,Tipikorinvestigasinews.id– Ada pemandangan istimewa di Desa Lokop, Kecamatan Serbajadi, Aceh Timur pada 1 Syawal 1447 Hijriah ini. Bertepatan dengan Sabtu, 21 Maret 2026, masyarakat setempat membangkitkan kembali tradisi lama yang sudah lama redup.
Prosesi ini ditujukan kepada Eje, S.T., selaku Geuchik Desa Lokop, beserta Ibu Geuchik. Keduanya dimandikan secara adat khas suku Gayo di tengah suasana khidmat hari raya. Ritual ini tidak hanya sekadar tradisi formal, tapi diiringi dengan gema takbir yang menyentuh hati dan dentuman Canang logam berbentuk gong kecil dari perunggu yang terus ditabuh selama acara berlangsung. Sabtu 21 Maret 2026.
Kegiatan ini dilakukan bukan tanpa alasan. Geuchik Eje menyebutkan bahwa adat memandikan pemimpin ini sudah hampir hilang ditelan zaman. Dengan diterapkannya kembali tradisi ini, pemerintah desa berharap generasi muda dapat mengenal kembali warisan leluhur mereka.
“Tujuannya jelas, kita ingin membudayakan kembali adat yang hampir hilang. Ini identitas kita sebagai suku Gayo di Lokop,” ungkapnya.
Selain aspek budaya, momentum lebaran ini dimanfaatkan untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama muslim. Seluruh masyarakat Desa Lokop tampak antusias menyaksikan prosesi ini, menciptakan suasana kekeluargaan yang kental di hari kemenangan.
Diharapkan, langkah yang diambil oleh Desa Lokop ini menjadi pemicu bagi desa-desa lain di Aceh Timur untuk kembali menggali dan melestarikan kekayaan budaya lokal yang mulai terlupakan.
(Penulis: Sudirman
Reporter Aceh Timur).







____________________________________________
