Aceh Singkil,Tipikorinvestigasinews.id –Lokakarya pendidikan angkatan ke-11 sekaligus Festival Panen Hasil Belajar berlangsung meriah. Namun, di balik semarak acara, muncul keluhan dari beberapa wartawan yang merasa tidak diperlakukan dengan baik oleh panitia penyelenggara, minggu (8/12/24)
Acara yang seharusnya menjadi momentum berbagi inspirasi dan keberhasilan program pendidikan ini justru diwarnai kritik keras terhadap sikap panitia yang dianggap tidak ramah terhadap media. Sejumlah wartawan mengeluhkan kurangnya perhatian dan fasilitas yang diberikan kepada mereka selama peliputan acara.
Salah satu wartawan yang meliput di lokasi mengungkapkan kekecewaannya. “Kami datang untuk mendukung publikasi acara ini, sebagai bagian dari kontrol sosial. Tapi, panitia sepertinya menganggap kehadiran media tidak penting. Kami diabaikan, bahkan seolah-olah diremehkan,” ujarnya.
Keluhan ini mencerminkan kegagalan panitia dalam memahami peran media sebagai mitra strategis dalam penyebaran informasi dan promosi acara. Padahal, media memegang peran penting dalam memberikan apresiasi sekaligus evaluasi terhadap kegiatan publik.
Sikap panitia yang dinilai tidak ramah ini menuai pertanyaan besar, apakah panitia sengaja bersikap “anti-media” atau hanya kurang memahami pentingnya kerja sama dengan media. Dalam setiap acara publik, hubungan baik dengan media seharusnya menjadi salah satu prioritas utama panitia.
Semoga kritik ini menjadi pelajaran bagi panitia penyelenggara agar lebih profesional dan terbuka di masa mendatang. Media adalah mitra strategis, bukan pihak yang patut diremehkan, (syah)
Tim-Investigasi






____________________________________________
