Mitra, Tipikorinvestigasinews.id – Skandal mafia BBM bersubsidi di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) kian menggila, diduga libatkan kolusi politik hingga oknum aparat, bocorkan subsidi negara ke kantong spekulan kaya raya.
Adik bos dan pegawai di tiga SPBU milik Bupati Mitra curiga jadi fasilitator utama, izinkan pengisian ilegal tanpa cek ketat, picu tudingan korupsi sistemik di distribusi energi lokal.
Pelaku utama seperti Dilan Kandoli, Alfa, Riri, Wanti, dan Vanda – dijuluki “Raja dan Ratu Solar” – klaim cuma cari nafkah, padahal operasi mereka tampak seperti jaringan bisnis gelap skala besar.4 November 2025
SPBU Tababo, Tombatu, dan Ratahan milik RK berubah jadi sarang mafia, sambut mobil drakula ber-tandon, dump truck dimodif, serta jerigen galon yang isi berulang tanpa verifikasi plat nomor kendaraan.
Aktivitas pengisian gencar siang-malam saat pengawasan kendur, satu unit bisa ambil puluhan liter, jelas bukan untuk nelayan atau petani, melainkan dijual bebas di tambang Ratatotok dengan harga premium industri.
Warga keluhkan antrian solar memanjang karena stok raib dikuasai mafia, yang bayar suap “tiket aman” ke karyawan SPBU per galon, ditambah setoran rutin bulanan ke oknum APH demi jaminan tak tersentuh razia.
Dengan modus ini, para mafia merasa kebal hukum total, berani provokasi warga yang protes, yakin kolusi aparat lindungi operasi mereka agar tetap mulus tanpa gangguan.
Kasus mutakhir di SPBU RK ramai di media, ungkap maraknya mafia solar ilegal di Mitra, nodai niat baik kebijakan negara yang seharusnya bantu rakyat kecil dan petani.
Subsidi solar BBM tadinya lindungi masyarakat miskin dari beban harga tinggi, kini malah dimanfaatkan spekulan untuk untung gila-gilaan, tinggalkan nelayan dan petani megap-megap tanpa akses layak.
Warga Desa Tombatu tegas ingatkan Polres Mitra dan Polda Sulut: kalau tak mampu ungkap jaringan lengkap, serahkan ke pusat sebelum massa turun ke jalan demo memprotes ketidakadilan ini.
Insiden rusuh di SPBU Tombatu beberapa bulan silam berujung perusakan fasilitas, tapi Polres diam seribu bahasa tanpa klarifikasi resmi, makin redam kepercayaan publik pada penegakan hukum daerah.
Pemkab Mitra serta aparat hukum didesak lakukan audit mendadak SPBU terkait, jerat mafia plus dalang di baliknya, agar subsidi negara kembali ke tangan yang berhak dan keadilan ditegakkan. (Tim)
⚖️ Tegakkan Keadilan, Perjuangkan Kebenaran







____________________________________________