Sumbar’ Payakumbuh,tipikorinvestigasinews.id -Sabtu 15 november 2025-Kembali diguncang isu tak sedap terkait dugaan nepotisme yang melibatkan Walikota. Sorotan tertuju pada CV Pulai Raya, perusahaan rekanan yang diduga memiliki hubungan keluarga dengan orang nomor satu di Payakumbuh. Tokoh masyarakat setempat, Om Saii, tak tinggal diam dan menyuarakan kekecewaannya atas praktik yang dianggap mencoreng etika pemerintahan.
“Jika benar CV Pulai Raya itu rekanan kakak kandung walikota, ini akan menjadi catatan kelam dalam sejarah Kota Payakumbuh,” ujar Om Saii dengan nada prihatin, menandakan keseriusan masalah ini.
Om Saii mempertanyakan kebijakan Walikota yang dinilai pilih kasih, mengutamakan proyek-proyek kecil sementara proyek bernilai fantastis justru mengalir ke perusahaan yang terafiliasi dengan keluarga. Ia menyampaikan sindiran pedas: “Proyek kecil-kecil Bapak ‘sikat’, proyek ‘meliaran’ kenapa tidak diberikan ke kakak kandung? Tanggung proyek kecil itu, Pak. Ibarat mencubit anak raja, tetap menangis. Tampar saja sekalian, tetap menangis. Hukumnya sama!”
Lebih lanjut, Om Saii mengingatkan Walikota tentang Undang-Undang yang mengatur potensi kecurangan dan konflik kepentingan dalam proyek pemerintah. Ia menyoroti fakta bahwa rekanan yang merupakan saudara kandung Walikota masih aktif terlibat dalam proyek-proyek tersebut. “Dalam proyek, Bapak tahu UU kan? Ini menimbulkan kecurangan publik. Rekanan kakak kandung walikota aktif, jangan bermain kasar,” tegasnya.
Om Saii hanya bisa menggelengkan kepala melihat kondisi ini. Sebagai tokoh masyarakat, ia merasa prihatin dengan arah pemerintahan Kota Payakumbuh saat ini. Ia menambahkan, seharusnya Walikota Payakumbuh mencontoh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menekankan tidak ada perlakuan khusus bagi saudara dan teman dalam proyek pertanian.
Reaksi Masyarakat dan Upaya Konfirmasi Media yang Buntu
Isu ini memicu reaksi keras dari masyarakat Payakumbuh. Banyak yang kecewa dan mempertanyakan integritas pemerintah daerah. Desakan agar pihak berwenang melakukan investigasi transparan dan memberikan sanksi tegas jika terbukti ada pelanggaran hukum semakin menguat.
Sementara itu, upaya awak media untuk mendapatkan klarifikasi dari Walikota Payakumbuh melalui pesan WhatsApp selama kurang lebih satu minggu belum membuahkan hasil. Bungkamnya Walikota justru menambah spekulasi dan pertanyaan di kalangan masyarakat. Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci untuk memulihkan kepercayaan publik dan memastikan pembangunan di Kota Payakumbuh berjalan adil dan merata.
( Mahwel )







____________________________________________
