Pekalongan – Jateng, tipikorinvestigasinews.id – SMP Negeri 1 Sragi, Kabupaten Pekalongan, menggelar acara pelepasan dan perpisahan yang diikuti 282 siswa-siswi Kelas IX Tahun Ajaran 2025/2026 pada Sabtu (23/5) di Gedung Aula sekolah. Kegiatan berlangsung khidmat, sederhana namun sarat makna, dihadiri orang tua, guru, komite sekola Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kholid, S.IP., M.M., Forkompimcam Sragi, Pengawas SMP Sukirno, S.Pd., M.Pd, Kepala SMP N 1 Sragi Margiati, S.Pd., M.Pd dan segenap jajarannya, serta unsur Forkopimcam Sragi.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kholid dalam sambutannya menyampaikan bahwa kita harus betul-betul berikhtiar dan ikhlas dalam membangun dunia pendidikan, bahkan Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Pendidikan baru saja memperoleh Anugerah Penghargaan dari Radar Semarang Pendidikan Award Indonesia 2026 yaitu tentang anak tidak boleh putus sekolah.
Lebih lanjut kholid mengatakan bahwa Kepala sekolah SMP 1 Sragi mendapat penghargaan Kepala Sekolah terbaik Kabupaten Pekalongan.
” Alhamdulillah SMP 1 Sragi menjadi Megah berkat dukungan bersama-sama Wali murid dalam mendukung memajukan dunia pendidikan ” tutur Kholid.
Pada kesempatan itu Kepala Dinas berpesan kepada kelas IX , kalian melaksanakan proses Pendidikan yang luar biasa untuk itu agar tidak melupakan almamater SMP 1 Sragi dimanapun kalian berada serta harus berkarakter yang baik kepada orang tua, bangsa dan agama.
” Kalian adalah generasi penerus Kabupaten Pekalongan dalam menuju Indonesia Emas, inilah awal titik perjuangan untuk terus melanjutkan ke jenjang selanjutnya SMA atau SMK di Kabupaten Pekalongan sesuai cita-cita anak-anak SMP 1 Sragi “, pesannya.
Sementara itu Kepala SMPN 1 Sragi Margiati dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara ini digagas bersama komite dan orang tua murid sebagai wujud syukur sekaligus perpisahan penuh kenangan.
“Ini momen berharga. Kami berharap bekal ilmu, akhlak, dan karakter yang didapat di sini menjadi bekal masa depan. Tetaplah bangga pada almamater, terus belajar, dan berguna bagi nusa bangsa,” ujar Margiati dalam sambutannya.
Acara diisi dengan prosesi penyerahan kenang-kenangan, pesan kesan siswa, doa bersama, hingga penampilan seni sederhana. Suasana haru terasa saat siswa dan guru saling berpesan, berpelukan, dan berjanji tetap menjaga silaturahmi meski berpisah tempat menuntut ilmu.
Perwakilan orang tua mengapresiasi penyelenggaraan yang tertib dan bermakna, tanpa pungutan berlebih, serta mendukung sepenuhnya langkah sekolah mendidik anak-anak mereka selama 3 tahun terakhir.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama dan salam perpisahan, mengantar para lulusan melangkah ke babak baru pendidikan dengan semangat dan harapan baru.
( LELES )







____________________________________________
