Pemkab Samosir Gelar Gerakan Pangan Murah,Diserbu Ratusan Warga

T I P I K O R
INVESTIGASI NEWS.ID
BREAKING NEWS
BERITA TERUPDATE • INFORMASI LINTAS DAERAH • MEDIA. NASIONAL TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID • Menyajikan BERITA TERKINI • UNGKAP FAKTA • SOROT • KASUS • Investigasi Tajam, Informasi Terpercaya • Tegas, Jujur, dan Berintegritas • Sorot Fakta Tanpa Kompromi • Mengungkap Fakta Demi Kebenaran • Fakta Bicara, Kami Menyuarakan • Suara Fakta untuk Keadilan
───────────────────────────────────

SAMOSIR-Tipikorinvestigasinews.id Dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) menyambut Ramadhan–Idul Fitri, Pemerintah Kabupaten Samosir menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah di Gedung Food Court Lt. 1 Waterfront Pangururan, 03/03,26.

Turut hadir Asisten II Hotraja Sitanggang, Kadis Ketapang, Pertanian dan Perikanan Tumiur Gultom, Kasi Datun Kejari Samosir Maulita Sari, serta Kabag Perekonomian Nancy Lusiana Marbun.

Dijual di bawah harga pasaran, ratusan warga menyerbu pasar murah dan tampak antusias berbelanja kebutuhan pokok. Adapun barang yang dijual berupa beras SPHP kemasan 5 kg dengan harga Rp60.000/kemasan, minyak goreng Rp15.500/kg, telur ayam ras Rp50.000/papan, gula pasir Rp17.500/ kg, bawang merah Rp28.000/ kg, cabai merah Rp20.000/ kg, tomat Rp9.000/kg, dan kentang Rp8.000/kg.

Bacaan Lainnya

Bupati Samosir yang diwakili Asisten II Hotraja Sitanggang menyampaikan bahwa gerakan pangan murah terlaksana berkat sinergitas yang dijalin Pemkab Samosir dengan Badan Pangan Nasional dan Bulog Pematang Siantar. Hal ini bertujuan untuk pengendalian inflasi daerah menjelang hari besar keagamaan.

“Semua daerah berupaya mengendalikan harga di daerahnya sehingga inflasi dapat terkendali. Pemerintah Kabupaten Samosir hadir mengendalikan ketersediaan dan harga bapokting di masyarakat. Di gerakan pangan murah ini, harganya lebih rendah dibandingkan di pasaran,” jelas Hotraja.

Menurutnya, Gerakan Pangan Murah ini menjadi penyeimbang. Sebagai daerah tujuan wisata, Kabupaten Samosir tetap berupaya mencegah gejolak kenaikan harga dan menjamin ketersediaan pasokan.

“Sebagai daerah tujuan wisata, kondisi ketersediaan dan harga harus tetap dijaga. Kita harus siap menyambut tamu-tamu, salah satu caranya dengan mencegah gejolak harga dan pemerintah hadir. Semoga pangan murah ini dapat menyentuh lapisan masyarakat,” tambahnya.

Hotraja juga menyampaikan bahwa Pemkab Samosir menerapkan kebijakan program pertanian untuk pengendalian inflasi, salah satunya dengan perluasan tanam melalui program “Pangula Nature”.

Kadis Ketapang, Pertanian dan Perikanan Tumiur Gultom menyampaikan bahwa pelaksanaan pasar murah ini merupakan kegiatan untuk kedua kalinya setelah dilaksanakan pada Februari lalu. Sumber bahan baku dalam gerakan pangan murah mengutamakan hasil pertanian masyarakat.

Gerakan Pangan Murah di Samosir dilaksanakan di tiga kecamatan, yakni Pangururan pada 03 Maret, Kecamatan Simanindo pada 10 Maret 2026, dan Kecamatan Nainggolan pada 13 Maret 2026. Ia menghimbau masyarakat agar berbelanja secukupnya.

“Silakan berbelanja secukupnya, utamakan yang paling pokok untuk kebutuhan keluarga,” imbuh Tumiur.

Op. Meta Boru Naibaho memanfaatkan gerakan pangan murah untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Ia berbelanja beras, cabai, minyak goreng, dan telur.

“Saya merasa terbantu dengan adanya pangan murah ini, semoga semakin sering dilaksanakan,” kata Op. Meta.

 

Krista Pardede

TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID
⚖️ Tegakkan Keadilan, Perjuangkan Kebenaran
PERINGATAN: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial dan dikomersilkan tanpa seizin redaksi.

Pos terkait

banner 468x60 ____________________________________________banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *