Tulungagung —tipikorinvestigasinews.id Suasana penuh semangat, keceriaan, dan kebersamaan mewarnai peringatan puncak Hari Lahir (Harlah) ke-76 Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Tulungagung yang digelar di GOR Lembu Peteng, Minggu (3/5/2026). Ribuan kader Fatayat NU dari berbagai penjuru wilayah di Tulungagung tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung meriah dan sarat makna tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., turut hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap peran organisasi perempuan Nahdlatul Ulama dalam pembangunan sosial kemasyarakatan. Kehadirannya disambut hangat oleh para peserta yang memadati lokasi acara sejak pagi hari.
Dalam sambutannya, Ahmad Baharudin menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh panitia dan jajaran pengurus Fatayat NU atas suksesnya penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menilai, peringatan Harlah bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat tali silaturahmi, meningkatkan solidaritas, serta memperkokoh peran organisasi di tengah masyarakat.
“Terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk bisa bersilaturahmi secara langsung dengan seluruh kader Fatayat NU Kabupaten Tulungagung. Ini menjadi momen yang sangat berharga dalam mempererat hubungan dan kebersamaan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan-kegiatan positif yang melibatkan partisipasi masyarakat luas seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, tidak hanya dalam rangka peringatan hari lahir semata. Menurutnya, semangat kebersamaan dan gotong royong yang terbangun dalam kegiatan seperti ini merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas sosial dan mendorong kemajuan daerah.
“Silaturahmi yang terjalin dengan baik akan memperkuat persatuan. Dari sinilah kita bisa bersama-sama membangun Tulungagung menjadi daerah yang aman, damai, dan semakin sejahtera,” tambahnya.
Puncak peringatan Harlah ke-76 Fatayat NU tahun ini juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan yang melibatkan seluruh peserta. Mulai dari senam bersama yang membangkitkan semangat, permainan tradisional yang menghadirkan nuansa kebersamaan, hingga pembagian doorprize yang semakin menambah kemeriahan acara.
Antusiasme para kader terlihat begitu tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga sebagai bagian dari kekuatan sosial yang aktif berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat.
Momentum ini menjadi bukti nyata bahwa Fatayat NU terus menunjukkan eksistensinya sebagai organisasi perempuan yang solid, progresif, dan berperan penting dalam memperkuat nilai-nilai kebersamaan, keagamaan, serta kepedulian sosial di tengah masyarakat. Dengan semangat yang terus terjaga, Fatayat NU diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.(Shinta)







____________________________________________