TULUNGAGUNG –tipikorinvestigasinews.id Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung terus mendorong penguatan layanan kesehatan berbasis pencegahan melalui program pemeriksaan kesehatan berkala bagi masyarakat. Tahun 2026 ini, Dinkes Tulungagung menargetkan sedikitnya 46 persen warga melakukan cek kesehatan rutin sebagai upaya meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya deteksi dini penyakit dan penerapan pola hidup sehat.
Target tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, dr. Desi Lusiana Wardhani, S.KM., M.Kes., saat konferensi pers bersama media Sabtu (9/5/2026) sore. Menurutnya, momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-52 Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) menjadi langkah strategis untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya sebelum muncul penyakit yang lebih serius.
Dr. Desi menegaskan, paradigma pelayanan kesehatan saat ini tidak lagi hanya berfokus pada pengobatan ketika masyarakat sakit, melainkan harus diperkuat pada sisi promotif dan preventif. Karena itu, pemeriksaan kesehatan berkala dinilai menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi tubuh sejak awal sekaligus mencegah risiko penyakit kronis.
“Kami ingin membangun kesadaran bahwa menjaga kesehatan itu dimulai sebelum sakit. Melalui kolaborasi bersama PPNI, kami menargetkan hampir separuh masyarakat Tulungagung aktif melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemeriksaan kesehatan berkala memiliki peran penting dalam mendeteksi berbagai penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, kolesterol tinggi, hingga gangguan jantung yang selama ini menjadi ancaman serius bagi masyarakat. Banyak kasus ditemukan ketika kondisi penyakit sudah memasuki tahap lanjut akibat minimnya pemeriksaan sejak dini.
Sebagai langkah nyata mencapai target tersebut, Dinas Kesehatan Tulungagung bersama PPNI akan menggelar serangkaian layanan pemeriksaan kesehatan gratis di berbagai wilayah, mulai tingkat desa hingga kecamatan. Program itu dirancang agar masyarakat semakin mudah mendapatkan akses layanan kesehatan tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan utama.
Adapun layanan yang akan diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah, pengukuran berat badan, cek gula darah, hingga skrining kolesterol. Seluruh layanan tersebut difokuskan untuk membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya secara cepat dan sederhana.
“Kami ingin layanan kesehatan hadir lebih dekat di tengah masyarakat. Dengan pemeriksaan sederhana, masyarakat bisa mengetahui potensi risiko penyakit sejak awal sehingga penanganannya dapat dilakukan lebih cepat,” terang Dr. Desi.
Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak lepas dari peran tenaga perawat yang selama ini menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan di masyarakat. Perawat dinilai memiliki kedekatan langsung dengan warga, baik melalui pelayanan di fasilitas kesehatan maupun kegiatan kesehatan masyarakat hingga tingkat rumah tangga.
Dr. Desi menyebut, perawat tidak hanya bertugas memberikan pelayanan medis, tetapi juga memiliki peran penting dalam edukasi kesehatan, pendampingan masyarakat, serta membangun kesadaran tentang pentingnya pola hidup sehat.
“Perawat memiliki peran strategis karena mereka hadir langsung di tengah masyarakat. Mereka bukan hanya memberikan tindakan medis, tetapi juga mengedukasi, memantau, dan memotivasi masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatannya,” katanya.
Kolaborasi antara Dinkes Tulungagung dan PPNI juga dinilai menjadi kekuatan besar dalam memperluas jangkauan program kesehatan hingga ke wilayah pedesaan. Dengan jaringan perawat yang tersebar di berbagai daerah, program pemeriksaan kesehatan diharapkan mampu menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan formal.
Salah satu kegiatan yang telah dilaksanakan sebelumnya yakni pemeriksaan kesehatan gratis bagi lansia di Desa Pojok pada 16 April 2026 lalu. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 lansia dan mendapat respons positif dari masyarakat. Program serupa rencananya akan terus diperluas ke sejumlah wilayah lain di Kabupaten Tulungagung.
Selain mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, program ini juga sejalan dengan kebijakan nasional dalam memperkuat sistem kesehatan berbasis pencegahan. Upaya tersebut sekaligus mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs) di bidang kesehatan, khususnya dalam mewujudkan akses layanan kesehatan yang merata dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.
Dinas Kesehatan Tulungagung berharap keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan program tersebut. Dengan semakin banyak warga yang rutin memeriksakan kesehatan, angka penyakit kronis diharapkan dapat ditekan sehingga kualitas hidup masyarakat Tulungagung semakin meningkat.(Shinta)







____________________________________________