Tulungagung —tipikorinvestigasinews.id Suasana meriah dan penuh antusiasme menyelimuti Stadion Rejoagung pada Minggu sore, 3 Mei 2026, saat digelarnya laga final turnamen sepak bola Rejoagung Cup 2026. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., hadir langsung untuk menyaksikan pertandingan puncak yang mempertemukan Desa Sobontoro melawan Desa Pulosari.
Turnamen yang berlangsung selama 22 hari ini diikuti oleh 24 desa dari seluruh wilayah Kabupaten Tulungagung. Ribuan suporter memadati tribun stadion, menciptakan atmosfer pertandingan yang semarak sekaligus menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap olahraga sepak bola.
Dalam sambutannya sebelum pertandingan dimulai, Plt Bupati Ahmad Baharudin menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, pemain, serta masyarakat yang telah berperan dalam menyukseskan penyelenggaraan Rejoagung Cup 2026. Ia menekankan bahwa turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga sarana mempererat persatuan dan silaturahmi antarwarga desa.
“Inilah semangat kebersamaan yang luar biasa. Sepak bola mampu menyatukan perbedaan dan membangkitkan gairah sportivitas. Saya bangga melihat antusiasme warga Tulungagung yang begitu tinggi. Selamat bertanding kepada kedua tim finalis, junjung tinggi sportivitas, dan berikan yang terbaik untuk desa masing-masing,” ujarnya.
Pertandingan final berlangsung sengit hingga harus ditentukan melalui babak adu penalti. Dalam laga yang menegangkan tersebut, Desa Pulosari akhirnya keluar sebagai juara setelah mengungguli Desa Sobontoro.
Selain menyaksikan pertandingan, Plt Bupati juga didampingi oleh Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung serta Camat setempat. Pada kesempatan itu, ia turut menyerahkan hadiah dan trofi bergilir kepada para pemenang sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih.
Lebih lanjut, Ahmad Baharudin berharap agar ajang seperti Rejoagung Cup dapat terus dilestarikan. Menurutnya, kegiatan ini menjadi wadah penting dalam pembinaan bakat generasi muda sekaligus upaya menjaring bibit-bibit pesepak bola potensial dari daerah.
“Turnamen seperti ini harus terus kita dukung dan kembangkan. Selain memperkuat kebersamaan, ini juga menjadi langkah nyata dalam mencetak atlet sepak bola berbakat asli Tulungagung,” tambahnya.
Dengan berakhirnya Rejoagung Cup 2026, diharapkan semangat olahraga, khususnya sepak bola, semakin tumbuh di tengah masyarakat. Tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana membangun prestasi hingga ke tingkat regional maupun nasional di masa mendatang.(Shinta)







____________________________________________