Boyolali. Jawa Tengah,tipikorinvestigasinews.id –Polisi menggerebek balap liar di kawasan Kompleks Perkantoran Terpadu Pemkab Boyolali, Minggu (30/11/2025) sore hingga petang. Ratusan remaja dan puluhan motor berknalpot brong, diamankan.
Operasi gabungan dilakukan berdasarkan laporan masyarakat. Pasalnya, aksi balap liar di kawasan perkantoran itu sangat mengganggu keselamatan warga
Setiap sore, area tersebut mendadak berubah menjadi arena kebut-kebutan. Motor dipacu dengan kecepatan tinggi plus suara knalpot brong yang memekakkan telinga. Padahal kawasan itu ramai dengan kegiatan masyarakat.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Satlantas Polres Boyolali bersama unit Dalmas bergerak melakukan penyekatan menyeluruh.
Ratusan remaja yang tengah berkumpul untuk balap liar pun kocar-kacir saat polisi datang. Sebagian mencoba kabur namun langsung diamankan petugas.
Polisi juga menemukan sejumlah sepeda motor tanpa kelengkapan surat yang disembunyikan di balik semak-semak area perkebunan dekat lokasi kejadian.
KBO Satlantas Polres Boyolali, IPTU Joko Siswanto mengatakan bahwa penindakan tersebut merupakan bagian dari Operasi Zebra Candi yang saat ini sedang berlangsung.
“Ini kami lakukan karena banyaknya aduan warga. Di lokasi alun-alun Kidul itu hampir setiap sore terjadi balapan liar yang sangat meresahkan,” katanya.
Puluhan motor berknalpot brong serta kendaraan tanpa surat-surat langsung dikenai tilang. Polisi juga mewajibkan pemilik untuk mendorong motor mereka menuju titik pengumpulan sebelum diangkut menuju Mapolres Boyolali.
Kendaraan baru dapat diambil setelah pemilik melengkapi dokumen surat kendaraan serta mengembalikan kondisi motor ke standar pabrikan. Polisi juga memberi imbauan kepada orang tua agar lebih mengawasi aktivitas anak-anak mereka.
“Terutama aktivitas anak-anak pada sore hari yang sering digunakan sebagai waktu berkumpul untuk balap liar,” tambah Joko.
Dia menegaskan, bakal meningkatkan patroli rutin dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menambah penerangan di titik-titik yang sering dimanfaatkan sebagai arena balap liar.
“Ini sebagai langkah pencegahan agar aktivitas serupa tidak kembali terjadi,” tandasnya.
Penulis:Agus Chaerudin







____________________________________________
