Jakarta, tipikorinvestigasinews.id – Kekisruhan perang yang saling mendukung menjadi dilema dan tanda tanya yang berselimut drama berkepanjangan, sehingga sangat menarik dan perlu diamati oleh seorang Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH., MH., pakar hukum internasional dan ekonom.
Menurut Prof. Dr. Sutan Nasomal, perang yang terjadi di Timur Tengah memiliki harga yang sangat mahal. Iran melakukan bela diri setelah diserang oleh Israel. Rusia tidak hadir memberikan bantuan militer kepada Iran karena Israel telah menggunakan peralatan perang dari Amerika, termasuk pesawat tempur canggih dan rudal-rudal jarak jauh penghancur.
Prof. Dr. Sutan Nasomal menyampaikan kepada media bahwa Rusia dan Amerika mungkin telah memiliki kesepakatan diam-diam, di mana Ukraina diberikan kepada Rusia dan Palestina diberikan kepada Israel. Jika benar demikian, maka Iran akan menelan pil pahit karena perang antara Israel dan Iran bertujuan untuk melemahkan kekuatan agresi militer Israel untuk mencaplok Palestina dan negara-negara lain di Timur Tengah yang lemah.
Prof. Dr. Sutan Nasomal juga memprediksi bahwa Iran akan menjadi bulan-bulanan dan dirusak oleh Israel dan Amerika dengan kemampuan tempur mereka. Pertanyaan selanjutnya adalah apakah China dan Korea Utara akan berdiam diri melihat sahabat baik mereka, Iran, dirusak oleh Israel.
Sebagai pengamat perang dan militer serta ahli hukum internasional, Prof. Dr. Sutan Nasomal menyampaikan bahwa perang memiliki tujuan yang luas, seperti menguasai dan menaklukkan beberapa hal, termasuk sumber daya alam, perdagangan, dan industri militer.
China dan Korea Utara masih diam saja melihat Amerika mengirimkan armada perangnya untuk menyokong perang Israel melawan Palestina dan Iran. Namun, jika China dan Korea Utara ingin ikut andil dalam perang ini, maka mereka harus memiliki restu dari Rusia.
Prof. Dr. Sutan Nasomal menghimbau kepada Presiden RI, Jenderal Haji Prabowo Subianto, agar tidak salah strategi dan persiapan dalam menyongsong perang dunia ke-III. Keamanan Asia Tenggara juga terancam dengan adanya perang di Timur Tengah karena arogansi Amerika akan memancing negara-negara lain untuk ikut serta dalam konflik perang.
Situasi saat ini memaksakan negara-negara yang memiliki nuklir untuk menggunakannya sebagai penentu geopolitik ke depannya. Pertanyaan selanjutnya adalah apakah Indonesia sudah mampu menghadapi perang dunia ke-III.
Perang ini sudah dipersiapkan oleh Amerika untuk menghancurkan Timur Tengah dan Asia karena negara adidaya Amerika membutuhkan sumber-sumber baru untuk melakukan agresinya. Perang ekonomi antara China dan Amerika akan ditentukan oleh perang militer ke depannya, dan siapa pun yang menang akan memiliki kekuasaan yang besar.
Narasumber: Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH., MH., Pakar Hukum Internasional, Ekonom, Presiden Partai Oposisi Merdeka, dan Jenderal Komite Mantan Preman Indonesia Istighfar serta Pengasuh Ponpes ASS SAMA PLUS Jakarta.(*)







____________________________________________
