Barru, tipikorInvestigasinews.id – Sulsel, Minggu, 23 November 2025 -Proyek pembangunan rabat beton di Desa Harapan, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, kembali menjadi sorotan publik. Berdasarkan penelusuran dan investigasi media ini, ditemukan sejumlah dugaan kuat adanya penyimpangan dalam pelaksanaan proyek yang dikerjakan oleh kelompok KKAD. Indikasi yang muncul antara lain pengabaian terhadap Rencana Anggaran Biaya (RAB), dugaan pengurangan volume pekerjaan, dan potensi persekongkolan antar-oknum di internal kelompok pelaksana.
Sekretaris KKAD Diduga Merangkap Jabatan
Dari keterangan beberapa sumber serta hasil liputan lapangan, terungkap bahwa sekretaris KKAD, yang secara struktural bertugas pada bidang administrasi, diduga turut mengambil alih peran sebagai kepala tukang di lokasi pekerjaan.
Rangkap peran ini menimbulkan dugaan adanya benturan kepentingan dan potensi pengaturan teknis pekerjaan di lapangan.


Sejumlah pekerja yang ditemui mengaku hanya mengikuti instruksi sekretaris KKAD, meski metode kerja yang diarahkan diduga tidak sesuai standar teknis dalam dokumen proyek.
Dugaan Pengurangan Volume: Ketebalan Beton hingga Plat Deker
Investigasi lapangan menemukan sejumlah penyimpangan fisik. Ketebalan beton yang menurut spesifikasi seharusnya 20 cm, hanya terukur sekitar 16 cm, bahkan pada beberapa titik didapati bagian dengan ketebalan di bawah 10 cm.
Temuan lain terdapat pada pembuatan plat deker.
Menurut keterangan ketua KKAD, spesifikasi teknis mengharuskan:
Lebar bagian bawah hingga atas: 50 cm
Tinggi: 50 cm
Pemasangan besi penguat
Cor beton dengan ketebalan 20 cm pada sisi kiri–kanan
Namun hasil pemeriksaan lapangan menunjukkan kondisi berbeda. Struktur dasar plat deker tampak hanya menggunakan susunan batu besar yang kemudian langsung dicor tanpa terlihat adanya pondasi dan formwork sesuai standar teknis. Kondisi tersebut diduga dapat memengaruhi kekuatan struktur, terutama saat dilalui kendaraan.

Sisipan Layar Vidio
Selain itu, lebar saluran air juga tidak seragam. Bagian pangkal sesuai ukuran 50 cm, namun bagian tengah hingga ujung tampak menyempit dari ukuran standar, yang menimbulkan dugaan pengurangan volume.
Temuan-temuan tersebut mengarah pada dugaan adanya pola pengurangan volume yang sistematis.
Ketua dan Pengawas KKAD Mengaku Sudah Memberi Teguran
Ketua KKAD bersama pengawas menyampaikan bahwa mereka telah berulang kali menegur sekretaris KKAD terkait pekerjaan yang dinilai tidak sesuai spesifikasi. Namun, menurut pengakuan mereka, teguran tersebut tidak diindahkan.
“Sudah sering kami ingatkan. Ketika melihat pekerjaannya tidak sesuai spesifikasi, kami tegur, tetapi ia tetap bersikukuh,” ujar ketua KKAD.
Ketua dan pengawas juga menyebut adanya ketidakselarasan internal, karena setiap kali ditegur, sekretaris KKAD diduga menunjukkan sikap tidak kooperatif dan memarahi rekan satu kelompok. Kondisi ini membuat ketua dan pengawas mengaku memilih menghindari konflik terbuka di lapangan.
Publik Mendorong Audit Fisik dan Pemeriksaan Resmi
Dugaan manipulasi teknis dan pengurangan volume memunculkan kekhawatiran masyarakat terkait kualitas serta integritas pelaksanaan proyek. Warga berharap instansi terkait, mulai dari Dinas Teknis, Inspektorat, hingga Aparat Penegak Hukum, segera melakukan:
Audit teknis dan audit volume,
Pemeriksaan dokumen RAB serta laporan pelaksanaan,
Pemanggilan pihak-pihak terkait,
Tindakan sesuai ketentuan apabila ditemukan unsur penyimpangan anggaran maupun indikasi tindak pidana korupsi.
Media ini masih berupaya meminta klarifikasi dari sekretaris KKAD terkait berbagai dugaan yang muncul. Hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.
Kegelisahan Publik akan Lemahnya Pengawasan
Kasus di Desa Harapan kembali menunjukkan bagaimana lemahnya pengawasan dan disharmoni internal pelaksana dapat membuka ruang terjadinya dugaan penyalahgunaan kewenangan dalam proyek infrastruktur desa.
Pemerintah diharapkan melakukan evaluasi menyeluruh agar setiap proyek berjalan sesuai standar, transparan, dan bebas dari praktik yang dapat merugikan anggaran negara serta kepercayaan publik.
Reporter: Rusman, C.EJ., C.BJ., C.ln.
Kaperwil Sulsel | Tipikor Investigasi News ID.
Editor : Tim Red
CATATAN REDAKSI
Berita ini disusun berdasarkan hasil penelusuran lapangan, keterangan sejumlah sumber, serta dokumen yang diperoleh tim. Seluruh informasi yang termuat masih berada dalam ranah dugaan dan memerlukan verifikasi lanjutan oleh pihak berwenang.
Redaksi telah dan masih berupaya menghubungi pihak-pihak yang disebut dalam laporan ini, termasuk sekretaris KKAD, untuk memberikan hak jawab, namun hingga berita ini diterbitkan belum diperoleh tanggapan resmi.
Sesuai Kode Etik Jurnalistik Pasal 1, 3, dan 4, redaksi mengedepankan asas keberimbangan, verifikasi, dan praduga tak bersalah. Apabila pihak yang diberitakan ingin menyampaikan klarifikasi atau tanggapan, redaksi siap memuatnya secara proporsional pada publikasi berikutnya







____________________________________________