Proyek SPALD S/SANIMAS Di Desa Kalebentang Belum Rampung 100 Persen, Tapi Sudah Di Serah Terimakan, Ada Apa??

Takalar, Tipikorinvestigasinews.id       Proyek Sanitasi Berbasis Masyarakat (SANIMAS) Sistem. Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD S) dari bantuan Kementrian PUPR di Desa Kalebentang Kecamatan Galesong Selatan dengan nilai Anggaran 350 juta yang sudah diserah terimakan ternyata di lapangan ditemukan masih ada 4 unit yang belum rampung atau belum selesai.

Sehingga warga penerima manfaat tersebut belum bisa merasakan manfaat dari proyek ini, anehnya proyek SPALD S sudah diserah terimakan..

Ketua KMP proyek SPALD S Desa Kalebentang Ahmadi Ruppa yang ditemui oleh awak media mengatakan bahwa dirinya sempat bertahan alias tidak percaya kalau masih ada 4 unit SANIMAS yang belum selesai alias belum rampung karena menurutnya proyek SPALD S ini sudah diserah terimakan tapi setelah dicek di lapangan ternyata benar ada sesuai informasi dari LSM.

Lebih jauh Ahmadi Ruppa kepada awak media mengungkapkan bahwa dirinya dalam hal pisik dan pengelolaan anggaran seperti pembelian bahan apa saja, di mana dibeli Saya tidak tahu menahu karena selama pelaksanaan proyek tersebut baik bendahara maupun pendamping tidak ada kordinasi kesaya selaku Ketua KMP, namun walaupun begitu dirinya selalu turun di lapangan untuk mengawasi pelaksanaan proyek tersebut,”tuturnya

Sementara Kepala Desa Kalebentang M. Nur Salam Dg Sallang yang ditemui pada selasa 3/06/2025 di ruang kerjanya oleh awak media membenarkan adanya 4 unit SANIMAS yang belum rampung.

Beliau lebih lanjut mengatakan bahwa adanya 4 unit SANIMAS yang belum rampung itu dikarenakan orang yang ditunjuk untuk membuat sekaligus memasang gorong-gorong atas nama daeng Lallo tiba-tiba meninggal dunia sementara dananya sudah diambil, “tuturnya.

Sementara terkait serah Terima dilakukan Muh Nursalam Dg Sallang juga membenarkan bahwa SPALD S ini sudah diserah terimakan.namun adanya 4 unit SANIMAS yang belum selesai baru katanya beberapa hari juga diketahuinya, tambahnya.

“Namun Saya selaku kepala desa siap menyelesaikan 4 unit setelah lebaran ini, seandainya Saya sudah lama tahu masalah ini pasti sudah Selesai cuma saya baru tahu kalau ada yang belum. Selesai setelah 5 hari yang lalu, “tuturnya.

Hamzah Syamsuddin dari DPP LEMBAGA POROS RAKYAT INDONESIA ikut angkat bicara terkait persoalan ini, menurutnya suatu proyek diserah terimakan apabila sudah finishing alias sudah rampung 100 persen namun yang terjadi di desa Kalebentang tidak demikian masih ada 4 unit SANIMAS yang belum rampung sesuai temuan di lapangan.

Hamzah Syamsuddin dengan tegas meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk bertindak mengusut kasus ini dengan turun ke lapangan alias ke lokasi proyek karena menurutnya kejadian ini sangat merugikan masyarakat penerima manfaat.

Hamzah juga mengungkapkan adanya aroma korupsi anggaran dari proyek SPALD S tersebut, dan meminta kepada APH untuk mengusut tuntas kasus ini,”tegasnya .

(Syarif Lawa)

TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID
⚖️ Tegakkan Keadilan, Perjuangkan Kebenaran
PERINGATAN: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial dan dikomersilkan tanpa seizin redaksi.

Pos terkait

banner 468x60 ____________________________________________banner 728x250
T I P I K O R
INVESTIGASI NEWS.ID
BREAKING NEWS
BERITA TERUPDATE • INFORMASI LINTAS DAERAH • MEDIA. NASIONAL TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID • Menyajikan BERITA TERKINI • UNGKAP FAKTA • SOROT • KASUS • Investigasi Tajam, Informasi Terpercaya • Tegas, Jujur, dan Berintegritas • Sorot Fakta Tanpa Kompromi • Mengungkap Fakta Demi Kebenaran • Fakta Bicara, Kami Menyuarakan • Suara Fakta untuk Keadilan
─────────────────────────────────────────

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *