Boyolali, Tipikorinvestigasinews.id – Polemik keaslian ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo kembali memanas. Kolonel (Purn) Sri Radjasa Chandra, seorang purnawirawan intelijen, secara tegas menyatakan bahwa ijazah S1 Jokowi palsu dan pembuatannya terjadi di Pasar Pramuka.Rabu 16 juli 2025
Ia menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah video yang diunggah di kanal YouTube Forum Keadilan pada Selasa (15/7/2025). Dalam video tersebut, Sri Radjasa menyebut telah meneliti berbagai kejanggalan yang membuatnya tak lagi ragu.
“Saya sekarang sudah yakin bahwa itu palsu,” ungkap Sri Radjasa.
Telusuri Jejak Akademik Jokowi, Sri Radjasa: Tak Ada Skripsi, Tak Ada Lembar Nilai
Sri Radjasa mengaku menyisir informasi bersama pakar forensik digital, Rismon Sianipar, dan menemukan tidak adanya jejak akademik Jokowi. Ia menyoroti absennya skripsi dan lembar penilaian akademik sebagai bukti kuat kepalsuan
“Rekam jejak ijazah ini hilang, seperti misalnya skripsi, terus kemudian lembar penilaian. Artinya semakin memperkuat bahwa ini palsu,” kata Sri Radjasa.
Ia juga menyebut adanya keterlibatan Paiman Raharjo, mantan Wakil Menteri Desa PDTT dan tokoh relawan Sedulur Jokowi.
“Saya dapat informasi dari teman-teman Pasar Pramuka bahwa di situ ada Paiman, relawan Sedulur Jokowi, yang kemudian mendapat jabatan wamen,” jelas dia.
Menurutnya, Paiman menunjukkan kepanikan setelah isu ini kembali mencuat.
Sindiran untuk Jokowi: “Kenapa Tak Tunjukkan Ijazah Saja?”
Sri Radjasa menyindir sikap Presiden Jokowi yang enggan menunjukkan ijazah asli ke publik.
Harusnya kalau benar, tunjukkan saja ijazahnya. Selesai perkara,” ujarnya.
Ia bahkan menduga pihak tertentu baru membuat ijazah itu sekitar tahun 2012 atau 2014, tepat saat karier politik Jokowi mulai meroket di tingkat nasional.
Kuasa Hukum Jokowi Minta Proses Hukum Diteruskan
Menanggapi kontroversi itu, kuasa hukum Jokowi, Rivai Kusumanegara, menyambut positif langkah Polda Metro Jaya yang telah meningkatkan status laporan ke tahap penyidikan.
“Pak Jokowi mengharapkan nama baiknya dapat dipulihkan dan keaslian ijazah dikukuhkan pengadilan,” ujar Rivai dalam keterangannya, Sabtu (12/7/2025).
Polda Metro Jaya melalui Kabid Humas Kombes Ade Ary mengonfirmasi bahwa penyidik menemukan adanya dugaan peristiwa pidana dari tiga laporan yang masuk, termasuk dari pihak Presiden Jokowi sendiri.
“Statusnya sudah naik ke tahap penyidikan,” tutup Kabid Humas Polda Metro Jaya itu.
Penulis Agus chaerudin







____________________________________________