Ratusan Lahan Cetak Sawah Di Desa Bentuk Jaya A 5 Kecamatan Dadahup Kabupaten Kapuas Diduga Gagal Panen Karena Petani Lokal Tidak Dilibatkan

Kapuas | tipikorinvestigasinews.id – Miris jika melihat ratusan lahan cetak sawah rakyat yang sudah dilaksanakan setiap tahun di Desa Bentuk Jaya A5 Kecamatan Dadahup Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah Oleh Kementerian Pertanian Pusat diduga selalu gagal panen.

Hal ini disebabkan karena petani lokal selaku pemilik lahan tidak dilibatkan dalam perencanaan dan pengambilan keputusan.

Artinya pendapat para petani dalam setiap rapat tidak dipakai baik itu berupa saran dan masukan untuk tata cara dan tata kelola cara bercocok tanam yang baik sesuai dengan situasi dan kondisi alam yang ada di daerah itu.

Menurut salah seorang ketua kelompok tani suka maju, Usu Suan yang sekaligus juga sebagai petani lokal dan juga sebagai tokoh masyarakat yang ada di Desa Bentuk Jaya A5 Dadahup kepada awak media 11/05/25.

Dia memaparkan, bahwa sejak adanya program cetak sawah mulai tahun 2012 yang sudah pernah dilaksanakan oleh kementerian pertanian pusat atau kementerian terkait tidak pernah berhasil dan selalu gagal panen ucapnya.

Kenapa saya katakan demikian, karena pihak kementerian pertanian pusat dan kementerian terkait tidak pernah melibatkan kami selaku petani lokal yang lebih tahu dan memahami situasi dan kondisi alam yang ada di desa ini ungkapnya.

Selain itu, pihak kementerian pertanian pusat, dalam setiap perencanaan proyek dan pengambilan keputusan, tidak pernah melibatkan kepala desa yang lebih tahu kondisi wilayahnya, dan juga penyuluh atau PPL dari BPP yang sudah dipercaya atau ditunjuk

oleh Dinas Pertanian Kabupaten yang sudah tahu dan mengerti situasi dan kondisi alam yang ada diwilayah ini.

Jadi kami di sini seolah- olah sebagai penonton dan penerima manfaat saja, tidak diikutkan dalam setiap rencana dan pengambilan keputusan pada program cetak sawah rakyat yang sudah berlangsung sejak lahan 1 juta hektar sampai era food estate sekarang jelasnya.

Kami sangat mengakui bahwa program kementerian pertanian pusat mempunyai keahlian yang handal dalam program cetak sawah rakyat yang ada di desa kami ini.

Akan tetapi sayang sekali, bahwa sampai sekarang, kami sebagai petani lokal tidak pernah menikmati hasil panen yang layak, dan bahkan kami selaku petani lokal di sini banyak bekerja ke luar kata dia.

Karena hidup menjadi petani lokal di sini tidak ada jaminan kalau cuma berharap dari hasil cetak sawah oleh pemerintah pusat dalam hal ini kementerian pertanian seperti tahun sebelumnya yang selalu gagal ucap dia.

Sementara itu Kepala Desa Bentuk Jaya UPT A5 Dadahup, Ibrahim juga mendukung pendapat ketua kelompok tani suka maju Usu Suan yang ada di wilayahnya.

Ibrahim mencontohkan pada tahun 2021 kemaren kementerian pertanian pusat membuka lahan sebanyak 217 hektar cetak sawah ditempat kita hasilnya gagal total.

Kemudian untuk tahun 2024 kemaren dilanjutkan cetak sawah 60 hektar oleh kementerian pertanian pusat tapi hasilnya juga gagal panen ucapnya.

Dan untuk anggaran tahun 2025 ini menurut Ibrahim ada lagi kementerian pertanian pusat merencanakan cetak sawah rakyat di lokasi yang sama sekitar 600 hektar apakah berhasil atau tidak karena masih jadi tanda tanya”.

Ibrahim juga sangat menyayangkan dengan anggaran yang cukup besar program cetak sawah rakyat yang sudah dilaksanakan hasilnya tidak memadai kebanyakan gagal karena tidak sesuai dengan situasi dan kondisi alam kita disina ucapnya.

Menurut pengalaman saya yang sudah pernah menanam padi unggul atau padi IR di lahan saya, pada saat itu sekitar 4 hektar yaitu pada musim tanam saya lakukan pada bulan juli.

Pada saat itu saya sudah bersih lahan sekitar bulan juli saya tanam padi unggul IR dilahan yang sudah bersih tadi setelah selesai tanam selama 2 bulan.

Padi sudah mulai matang atau masak mau di panen, pada malam harinya datanglah ribuan hama tikus menyerang pertama batang kemudian memakan buahnya, akhirnya 4 hektar padi IR yang mau saya panen habis dimakan tikus sehingga saya gagal panen.

Kami sebagai kepala desa dan petani di sini siap di panggil untuk menjelaskan bagaimana cara musim tanam yang cocok dan baik sesuai kondisi daerah ini, kami siap ucapnya.

Lalu bagaimana waktu musim tanam padi IR yang baik pa kades ketika ditanya awak media,” dia menjawab kalau di Jawa atau daerah lain kondisi tanahnya tinggi dan hamanya juga kurang.

Akan tetapi kalau di tempat kami ini lahan rendah dan gambut jadi harus kita pahami ada petunjuk cara tanam tradisional yang turun temurun sudah digunakan dan malahan berhasil.

Ada istilah yang disebut dengan karantika maharam artinya yaitu pada bulan juli hama tikus itu sedang beranak pinak selama kurang lebih 2 bulan.

Jadi jika dilakukan penaman padi mulai pada bulan juli itu berarti tikus sudah mulai besar dan siap menyerang padi ucapnya.

Jika kita melakukan tanam padi mulai pada bulan Juli, Agustus, selama 2 bulan padi sudah berbuah matang, dan apabila kita panen di bulan 9 September, maka disaat itulah hama tikus yang sudah beranak pinak tadi menyerang padi dan padi rusak sehingga gagal panen.

Harapan saya selaku kepala desa dan selaku pembina kelompok tani suka maju di Desa Bentuk Jaya A5 Kecamatan Dadahup Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah.

Berharap kepada Pemerintah Pusat yaitu Kementerian Pertanian jika ingin program cetak sawah rakyat berhasil kami bersama kelompok tani siap dipanggil untuk membantu dalam hal ini, untuk mengatur cara menanam padi musiman yang sangat cocok sesuai kondisi alam kami disini.

Mari kita atur cara yang paling baik untuk musim tanam padi unggul IR itu supaya hasilnya lebih optimal, maka ketika lahan sudah dibersihkan seperti sekarang, musim tanam harus kita laksanakan pada bulan mei ini dan selama 2 bulan selesai ucapnya.

Lalu pada bulan juli sampai Agustus kita sudah panen, tapi seandainya kalo ada kendala masalah air yang kondisi masih dalam yang ada pada lahan, bisa kita gunakan mesin kompa karena mesin kompa kita masih banyak stoknya.

Contoh kemaren perusahaan kelapa sawit ada di sekitar daerah ini mereka mengatasi air dengan mesin pompa cuma dengan waktu sehari semalam ribuan hektar lahan sawit yang terendam air akhirnya kering sawit mereka aman.

Sedangkan di lokasi lahan kita sudah ada tabat ada saluran sungai besar sehingga masalah air tinggal kita gunakan pompa untuk mengeringkan lahan dan siap tanam pungkasnya.

Ditempat terpisah kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kapuas Yaya, SP,.

Melalui Kabid Saprasnya Silahudin,.SP ketika ditemui dikantornya selalu tidak pernah turun kantor.

Dan selanjutnya awak media mencoba datang ke rumahnya untuk konfirmasi juga tidak pernah ketemu apalagi ditelpon atau di chat lewat hp tidak ada jawaban, ada apa sebenarnya dengan Kabid Sapras ini, hingga berita ditayangkan belum berhasil ditemui.

 

Penulis: Moh. Sariansyah

Kaperwil tipikorinvestigasinews.id

Kalimantan Tengah.

TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID
⚖️ Tegakkan Keadilan, Perjuangkan Kebenaran
PERINGATAN: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial dan dikomersilkan tanpa seizin redaksi.

Pos terkait

banner 468x60 ____________________________________________banner 728x250
T I P I K O R
INVESTIGASI NEWS.ID
BREAKING NEWS
BERITA TERUPDATE • INFORMASI LINTAS DAERAH • MEDIA. NASIONAL TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID • Menyajikan BERITA TERKINI • UNGKAP FAKTA • SOROT • KASUS • Investigasi Tajam, Informasi Terpercaya • Tegas, Jujur, dan Berintegritas • Sorot Fakta Tanpa Kompromi • Mengungkap Fakta Demi Kebenaran • Fakta Bicara, Kami Menyuarakan • Suara Fakta untuk Keadilan
─────────────────────────────────────────

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *