MAMASA, Tipikorinvestigasinews.id – Setelah berhasil mempercantik beberapa ikon penting di Kabupaten Mamasa, seperti Jembatan Kuning, Taman BLHD, Taman Kota, Situs To’Pao, dan Monumen Pompang, komunitas Sahabat WS-Hadir kini diharapkan melanjutkan upaya mereka dengan memperindah Pasar Barra-Barra.
Sahabat WS-Hadir dikenal sebagai komunitas yang aktif dalam kegiatan sosial dan lingkungan di Mamasa. Mereka telah berperan dalam revitalisasi berbagai fasilitas umum, menjadikannya lebih menarik dan fungsional bagi masyarakat.

Beberapa tempat yang telah dipercantik oleh Sahabat WS-Hadir meliputi:
* Jembatan Kuning, yang telah diperbaiki dan dicat ulang. Kini, jembatan ini tidak hanya sebagai penghubung antarwilayah tetapi juga menjadi lokasi favorit bagi warga dan wisatawan untuk berfoto.

* Taman BLHD dan Taman Kota, yang dibersihkan serta dicat dengan dominasi warna kuning. Perlu dilakukan penataan ulang dengan menambah fasilitas bermain anak, memperluas area hijau, serta menyediakan tempat duduk yang nyaman untuk pengunjung.
* Situs Bersejarah To’Pao, yang telah dibersihkan, tetapi masih membutuhkan papan informasi edukatif tentang sejarah dan budaya setempat agar lebih bernilai edukatif bagi pengunjung.
* Monumen Pompang, juga telah mendapatkan perhatian namun masih perlu perhatian khusus dengan perbaikan struktur dan penambahan pencahayaan untuk memperindah tampilannya di malam hari.
Harapan untuk Pasar Barra-Barra
Pasar Barra-Barra merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi di Mamasa. Namun, sejak selesai dibangun, kondisi pasar ini kurang terawat dan memerlukan perhatian khusus. Masyarakat menilai tidak ada langkah konkret dari pemerintah daerah untuk membenahi pasar ini secara menyeluruh.
Warga berharap Sahabat WS-Hadir dapat berkontribusi dalam mempercantik dan menghidupkan kembali Pasar Barra-Barra. Beberapa langkah yang diharapkan meliputi:
*Pembersihan area pasar agar lebih nyaman bagi pedagang dan pembeli.
*Pengecatan ulang bangunan untuk memberikan kesan lebih modern dan bersih.
*Penataan area parkir agar kendaraan tidak mengganggu lalu lintas di sekitar pasar.
*Penambahan fasilitas kebersihan, seperti tempat sampah dan sistem drainase yang lebih baik.
*Pengaktifan kembali pasar dengan berbagai program yang menarik minat masyarakat untuk berbelanja di sana.
Sebelumnya, pada Februari 2024, Penjabat Bupati Mamasa, Dr. Zain, sempat mengadakan pasar murah di Pasar Barra-Barra sebagai upaya menekan inflasi dan mengaktifkan kembali pasar tersebut. Namun hanya berlangsung beberapa kali, kondisi pasar saat kembali seperti bangunan berhantu yang memerlukan perhatian agar dapat berfungsi secara optimal
Diperlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas seperti Sahabat WS-Hadir, serta partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga dan mengembangkan fasilitas publik. Dengan adanya sinergi yang baik, Pasar Barra-Barra dapat menjadi pusat ekonomi yang hidup, tertata, dan memberikan manfaat bagi seluruh warga Mamasa.
Liputan media Tipikor: Ansar kaperwil sulbar.






____________________________________________
