Boyolali.jawa -Tengah,tipikorinvestigasinews.id –Menyambangi kembali Chang International Circuit di Buriram, Thailand, Yamaha Racing Indonesia datang dengan tekad yang membara untuk menutup musim Asia Road Racing Championship (ARRC) 2025 dengan hasil maksimal.
Seri keenam atau penutup yang digelar pada 5–7 Desember menjadi panggung terakhir penentuan, tempat empat rider utama Yamaha bertarung di kelas AP250 dan SS600. Atmosfer tim makin panas karena juara dunia Aldi Satya Mahendra turut hadir sebagai wild card rider di kelas SS600. Sabtu (06/12/2025)
Memori manis di Buriram menjadi bahan bakar semangat Yamaha Racing Indonesia. Pada putaran pembuka April lalu, tim berhasil meraih double podium lewat penampilan cemerlang di SS600 dan Candra Hermawan di AP250. Podium ketiga Wahyu saat itu tidak hanya menjadi sejarah bagi tim—itu adalah podium perdana Yamaha Racing Indonesia di kelas SS600 sepanjang kiprah mereka di ARRC. Candra pun tampil mengejutkan dengan podium kedua pada debutnya di sirkuit yang sama.
Rentetan performa impresif berlanjut sepanjang musim. Podium demi podium datang dari Motegi, Mandalika, hingga Sepang. Nama Wahyu Nugroho, Candra Hermawan, Muhammad Faerozi, dan Muhammad Fadhil Musyavi silih berganti tampil di barisan terdepan.
Kini, ketika musim mencapai garis akhir, Wahyu Nugroho menargetkan finis tiga besar—sementara dirinya sedang berada di posisi ke-4 klasemen.
Faerozi membidik 10 besar, Candra ingin menembus lima besar AP250, dan Fadhil terus memanfaatkan musim ini sebagai ajang pembuktian sekaligus pengembangan diri.
“Momen ini adalah penentuan. Saya ingin finis di top three klasemen. Kondisi mental dan fisik sedang terbaik, apalagi dengan gelar juara nasional Supersport 600cc yang saya raih awal November, makin menambah kepercayaan diri untuk seri terakhir ARRC,” ungkap Wahyu Nugroho.
Manager Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Wahyu Rusmayadi, menegaskan bahwa target besar tetap realistis untuk diwujudkan.
“Keempat pembalap telah menunjukkan improvement dengan sejumlah podium selama musim ini. Kerja sama tim yang solid dan mental pembalap yang selalu bangkit menjadi modal penting untuk seri terakhir. Di Buriram ini juga hadir Aldi Satya Mahendra sebagai wild card rider. Ia memanfaatkan momen ini untuk pemanasan setelah pulih dari cedera dan bersiap menghadapi World Supersport musim depan,” jelasnya.
Aldi sendiri mengaku antusias bisa kembali turun di ajang yang menjadi bagian penting perjalanan karier profesionalnya.
“Karakter sirkuit Buriram saya kenal baik. Race di sini selalu exciting dan saya ingin memanfaatkan balapan ini untuk pemanasan sebelum fokus ke World Supersport 2026,” ujarnya.
Sementara itu, Faerozi menyebut musim ini sebagai perjalanan penuh pelajaran positif sejak berhasil meraih podium di kelas SS600.
Candra merasa pengalaman satu musim penuh di ARRC menjadi bekal berharga, terutama dengan torehan kemenangan di Sepang serta podium di Buriram dan Motegi.
Sedangkan pembalap muda 15 tahun, Muhammad Fadhil Musyavi, bersyukur bisa kembali turun di seri final untuk meningkatkan performanya di level Asia.
Seri pamungkas ARRC 2025 akan menjadi pertempuran terakhir bagi Yamaha Racing Indonesia—dengan lima rider, dua kelas, dan satu target: menyelesaikan musim dengan hasil terbaik di trek Buriram yang begitu akrab bagi mereka.
Tekanan tinggi, ambisi menggelegar, dan mental juara jadi senjata utama. Tinggal menunggu waktu apakah Yamaha Racing Indonesia akan menutup musim ini dengan klimaks yang layak dikedikeng.
Penulis :Agus Chaerudin







____________________________________________