Manado, Tipikorinvestigasinews.com – Cahaya sore yang meremang menyambut puluhan wartawan dan aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang berdatangan ke Cafe Jelitha Tikala, Manado, pada Sabtu (3/1/2026). Ruangan pun riuh oleh canda dan sapaan hangat, mengawali momen spesial bertajuk “Kebersamaan Baku Dapa” untuk membuka lembaran tahun baru.
0
Pertemuan itu lebih dari sekadar silaturahmi biasa. Ia sengaja dirancang sebagai landasan awal untuk memperkuat persaudaraan dan membuka dialog antara dua pilar penting: pewarta berita dan penggerak masyarakat. Segala label profesi sengaja dilebur dalam semangat kebersamaan yang mengutamakan kemanusiaan.
Di tengah hiruk-pikuk obrolan yang diselingi santapan ringan, batas-batas latar belakang seolah mencair. Seorang wartawan dari media nasional dengan penuh semangat bertukar cerita lapangan dengan seorang pegiat lingkungan. Keberagaman justru menjadi benang yang merajut percakapan menjadi lebih hidup dan erat.

Manado, Tipikorinvestigasinews.com – Cahaya sore yang meremang menyambut puluhan wartawan dan aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang berdatangan ke Cafe Jelitha Tikala, Manado, pada Sabtu (3/1/2026). Ruangan pun riuh oleh canda dan sapaan hangat, mengawali momen spesial bertajuk “Kebersamaan Baku Dapa” untuk membuka lembaran tahun baru.
Pertemuan itu lebih dari sekadar silaturahmi biasa. Ia sengaja dirancang sebagai landasan awal untuk memperkuat persaudaraan dan membuka dialog antara dua pilar penting: pewarta berita dan penggerak masyarakat. Segala label profesi sengaja dilebur dalam semangat kebersamaan yang mengutamakan kemanusiaan.
Di tengah hiruk-pikuk obrolan yang diselingi santapan ringan, batas-batas latar belakang seolah mencair. Seorang wartawan dari media nasional dengan penuh semangat bertukar cerita lapangan dengan seorang pegiat lingkungan. Keberagaman justru menjadi benang yang merajut percakapan menjadi lebih hidup dan erat.
Semangat optimisme terasa mengisi setiap sudut ruangan. Tumbuh keyakinan bersama bahwa kolaborasi yang terbangun akan menjadi kekuatan untuk menghadapi dinamika tahun 2026 dengan lebih tangguh. Harapan akan kemudahan dan keberkahan pun mengemuka, dilandasi kepercayaan bahwa jalan kebersamaan akan mempermudah setiap upaya.
Suasana kemudian semakin hikmat ketika Johni Sela, salah satu penggagas, menyampaikan sambutan. Ia mengajak semua pihak mensyukuri ruang pertemuan ini. “Kita berasal dari dua dunia yang kerap dibayangkan berseberangan, tetapi dipersatukan satu tujuan mulia: membangun negeri yang lebih baik,” ujarnya, menekankan bahwa kemanusiaan adalah bahasa pemersatu semua.
Johni pun menjabarkan visi kemitraan yang saling mengisi. “LSM membawa hati, data, dan kepedulian. Wartawan membawa pena, ruang publik, dan cara bercerita. Kolaborasi ini adalah kekuatan untuk mengawal perubahan yang berkeadilan,” tegasnya, menggambarkan sinergi ideal antara advokasi dan jurnalisme.
Refleksi mendalam dilanjutkan oleh Frangky “Angky” Ngantung, Ketua PPWI Minahasa. Ia menegaskan bahwa acara “baku dapa” ini adalah fondasi membangun integritas bersama. “Kejujuran dan keterbukaan adalah prasyarat mutlak untuk menciptakan ekosistem kerja yang sehat dan produktif,” pesannya, disambut anggukan khidmat para hadirin.
Acara yang dinilai sukses oleh semua pihak itu akhirnya ditutup dengan janji. Para peserta berpisah bukan dengan akhir, tetapi dengan awal baru: komitmen mengisi tahun 2026 dengan karya yang lebih bermakna dan berintegritas, membawa pulang semangat kolaborasi yang telah diperkuat dalam kehangatan Cafe Jelitha Tikala. (James)
Semangat optimisme terasa mengisi setiap sudut ruangan. Tumbuh keyakinan bersama bahwa kolaborasi yang terbangun akan menjadi kekuatan untuk menghadapi dinamika tahun 2026 dengan lebih tangguh. Harapan akan kemudahan dan keberkahan pun mengemuka, dilandasi kepercayaan bahwa jalan kebersamaan akan mempermudah setiap upaya.Suasana kemudian semakin hikmat ketika Johni Sela, salah satu penggagas, menyampaikan sambutan. Ia mengajak semua pihak mensyukuri ruang pertemuan ini. “Kita berasal dari dua dunia yang kerap dibayangkan berseberangan, tetapi dipersatukan satu tujuan mulia: membangun negeri yang lebih baik,” ujarnya, menekankan bahwa kemanusiaan adalah bahasa pemersatu semua.
Johni pun menjabarkan visi kemitraan yang saling mengisi. “LSM membawa hati, data, dan kepedulian. Wartawan membawa pena, ruang publik, dan cara bercerita. Kolaborasi ini adalah kekuatan untuk mengawal perubahan yang berkeadilan,” tegasnya, menggambarkan sinergi ideal antara advokasi dan jurnalisme.
Refleksi mendalam dilanjutkan oleh Frangky “Angky” Ngantung, Ketua PPWI Minahasa. Ia menegaskan bahwa acara “baku dapa” ini adalah fondasi membangun integritas bersama. “Kejujuran dan keterbukaan adalah prasyarat mutlak untuk menciptakan ekosistem kerja yang sehat dan produktif,” pesannya, disambut anggukan khidmat para hadirin.
Acara yang dinilai sukses oleh semua pihak itu akhirnya ditutup dengan janji. Para peserta berpisah bukan dengan akhir, tetapi dengan awal baru: komitmen mengisi tahun 2026 dengan karya yang lebih bermakna dan berintegritas, membawa pulang semangat kolaborasi yang telah diperkuat dalam kehangatan Cafe Jelitha Tikala. (James







____________________________________________
