Pidie Jaya –Tipikorinvestigasinews.id
Sabtu, 26 Desember 2025
Tangis dan jeritan keputusasaan terdengar dari sebuah rumah yang dipenuhi lumpur dan kayu , di Gampong Meunasah Raya, Kabupaten Pidie Jaya. Tgk Zainal (62), seorang warga yang menjadi korban banjir bandang, tak kuasa menahan air mata saat menyampaikan penderitaan yang telah ia rasakan bersama keluarganya selama lebih dari satu bulan terakhir.

Di hadapan awak media Tipikor yang mendatangi rumahnya, Tgk Zainal memohon dengan penuh harap agar pemerintah, baik daerah maupun pusat, serta lembaga internasional segera turun tangan untuk membersihkan rumah dan jalan di kampungnya. Menurutnya, hingga kini kondisi lingkungan masih sangat memprihatinkan akibat sisa lumpur dan materialkayu balok yang terdampar di rumah saya, saat banjir bandang yang lalu
Kami sudah satu bulan menderita. Rumah belum dibersihkan, jalan tidak bisa dilewati dengan layak. Kami tidak punya tempat tidur, anak-anak kami tidak bisa sekolah,” ujar Zainal dengan suara bergetar.
Ia mengungkapkan bahwa dalam kondisi serba kekurangan tersebut, keluarganya terpaksa bertahan hidup dengan meminta makanan dari orang-orang yang melintas di jalan. Setiap hari, mereka turun ke pinggir jalan berharap ada warga atau relawan yang memberikan nasi untuk dimakan.
Kami setiap hari turun ke jalan, meminta nasi dari orang-orang yang lewat. Kalau tidak ada yang memberi, kami tidak makan. Kami tidak mungkin hidup seperti ini terus,” katanya sambil menahan tangis.
Lebih menyedihkan lagi, anak-anak Zainal terpaksa berhenti sementara dari aktivitas sekolah karena kondisi rumah yang tidak layak huni serta keterbatasan biaya dan perlengkapan. Hal ini membuat Zainal semakin khawatir akan masa depan anak-anaknya.
Dalam keterangannya, Zainal juga menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap pemerintah
Ia menilai penanganan pascabanjir bandang di Kabupaten Pidie Jaya berjalan sangat lambat dan tidak menyentuh kebutuhan mendesak masyarakat terdampak.
Menurut pikiran saya, pemerintah daerah tidak sanggup membersihkan kampung-kampung yang terkena banjir bandang. Bukan hanya di kampung saya, tapi hampir di seluruh Kabupaten Pidie Jaya,” ungkapnya.
Banjir bandang yang melanda wilayah Pidie Jaya tersebut tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga menghancurkan akses jalan, fasilitas umum, serta mata pencaharian masyarakat. Hingga kini, banyak warga masih bertahan di rumah masing-masing dalam kondisi tidak layak huni, tanpa bantuan yang memadai.
Tgk Zainal berharap pemerintah pusat, lembaga kemanusiaan, serta internasional dapat segera memberikan bantuan nyata, baik berupa pembersihan lingkungan, perbaikan rumah, bantuan logistik, maupun dukungan pendidikan bagi anak-anak korban bencana.Kami hanya ingin hidup normal kembali. Rumah bersih, jalan bisa dilewati, anak-anak bisa sekolah lagi. Kami mohon perhatian dan bantuan,” pungkasnya.
Liputan syarli aceh






____________________________________________
