Mamasa -tipikorinvestigasinews.id — Mas Rudi, seorang kepala tukang asal, Kabupaten Mamasa, menuntut pembayaran sisa upah sebesar Rp121 juta atas pekerjaan pembangunan dan rehabilitasi ruang sekolah di SMP Negeri 01 Orobuah. Pekerjaan yang telah rampung sejak tahun 2022 itu hingga kini belum juga dilunasi.
Pekerjaan yang diselesaikan Mas Rudi dan tim mencakup rehabilitasi berat 4 ruangan dan pembangunan baru 8 ruangan, atas instruksi langsung dari kepala sekolah berinisial G. Namun, setelah proyek selesai, upah yang dijanjikan tak kunjung dibayarkan.

“Saya disuruh kerja atas perintah kepala sekolah. Setelah selesai, saya tagih, tapi dijawab dana sudah dipakai pihak dinas. Tiga tahun saya menunggu, tapi terus dijanjikan tanpa kepastian,” kata Mas Rudi, Selasa (22/7/2025).
Merasa dipermainkan dan tidak dihargai, para tukang akhirnya memasang baliho protes di area bangunan sekolah. Di baliho tersebut tertulis dengan jelas: “Segera Bayar!” sebagai bentuk desakan agar hak mereka segera dibayarkan.

“Kami sudah sabar, tapi kalau terus begini, kami harus bersuara. Itu hak kami. Kami kerja bukan untuk dijanjikan, tapi untuk dibayar,” tambah Mas Rudi dengan nada kecewa.
Mas Rudi juga menjelaskan bahwa pihak sekolah dan dinas saling lempar tanggung jawab. Kepala sekolah menyatakan dana telah digunakan oleh pihak dinas, sementara OPD terkait hingga kini belum memberikan penjelasan resmi.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SMPN 01 Orobuah dan dinas pendidikan terkait di Kabupaten Mamasa belum memberikan klarifikasi,
Aksi pemasangan baliho ini menjadi simbol perlawanan pekerja kecil terhadap birokrasi yang dinilai tidak transparan dan abai terhadap hak-hak buruh.
Pewarta media Tipikor kaperwil sulbar Ansar.







____________________________________________
