Tragedi Diduga Keracunan di Pesantren Darul Musthofa Aceh Singkil: Puluhan Santri Tumbang, RSUD Siaga Satu

ACEH SINGKIL | tipikorinvestigasinews.id ~ Suasana mencekam melanda Kecamatan Gunung Meriah menyusul insiden diduga keracunan massal yang melumpuhkan puluhan santri Pesantren Darul Musthofa. Hingga Kamis pagi (12/02/2026), situasi dilaporkan semakin kritis dengan lonjakan jumlah korban yang dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Aceh Singkil, memaksa pihak rumah sakit memberlakukan status Siaga Satu.

Petaka ini bermula pada Rabu malam (11/02/2026), diduga sesaat setelah para santri mengonsumsi paket makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disuplai oleh vendor pihak ketiga, Dapur SPPG Bukit Harapan Kecamatan Gunung Meriah Aceh Singkil.

Gejala klinis muncul secara serentak; mual hebat, pusing, hingga muntah-muntah massal menciptakan kepanikan luar biasa di lingkungan pesantren. Berdasarkan data terbaru, tercatat ada penambahan 6 korban baru, sehingga total santri yang harus menjalani perawatan intensif mencapai 33 orang.

Direktur RSUD Aceh Singkil, dr. Mardiana Nana, MKM., bertindak cepat dengan mengaktifkan prosedur penanganan darurat tertinggi. Seluruh kekuatan tim medis dikerahkan untuk menangani eskalasi pasien yang datang bertubi-tubi.

Mardiana, menegaskan bahwa pihaknya telah memberlakukan prosedur penanganan darurat (UGD) guna memastikan seluruh korban tertangani secara medis.

“Kami bergerak cepat. Seluruh pasien saat ini telah mendapatkan perawatan intensif dan dipindahkan ke ruang rawat inap untuk pemantauan berkelanjutan. Kondisi mereka saat ini terpantau stabil di bawah kendali tim medis,” tegas dr. Mardiana dalam pernyataan resminya.

Ironisnya, di tengah kegentingan ini, pihak penyedia jasa boga (Korwil BGN dan Ketua MBG SPPI) justru terkesan menutup diri. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon tidak direspons, memicu kecurigaan publik terkait adanya pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP) higienitas dan sanitasi pada pengolahan makanan di Dapur SPPG Bukit Harapan.

Tragedi ini memicu gelombang kemarahan warga Aceh Singkil. Otoritas kesehatan dan aparat penegak hukum kini didesak untuk mengambil langkah konkret:

1. Uji Laboratorium Forensik: Segera menguji sampel makanan sisa untuk mengidentifikasi jenis bakteri atau kontaminan racun yang terkandung.
2. Pengusutan Unsur Pidana: Menyelidiki adanya unsur kelalaian fatal dalam proses pengolahan bahan baku yang membahayakan nyawa orang banyak.
3. Audit Keamanan Pangan: Melakukan evaluasi total terhadap seluruh vendor katering sekolah dan pesantren di Aceh Singkil guna mencegah tragedi serupa terulang.

Jika terbukti lalai, pihak penyedia jasa terancam sanksi berat sesuai Undang-Undang Perlindungan Konsumen dan aturan keamanan pangan, mulai dari pencabutan izin usaha permanen hingga tuntutan pidana. Saat ini, kasus tersebut tengah menjadi sorotan utama pemerintah daerah demi menjamin keselamatan ratusan santri lainnya yang menggantungkan konsumsinya pada pihak ketiga.{*}

TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID
⚖️ Tegakkan Keadilan, Perjuangkan Kebenaran
PERINGATAN: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial dan dikomersilkan tanpa seizin redaksi.

Pos terkait

banner 468x60 ____________________________________________banner 728x250
T I P I K O R
INVESTIGASI NEWS.ID
BREAKING NEWS
BERITA TERUPDATE • INFORMASI LINTAS DAERAH • MEDIA. NASIONAL TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID • Menyajikan BERITA TERKINI • UNGKAP FAKTA • SOROT • KASUS • Investigasi Tajam, Informasi Terpercaya • Tegas, Jujur, dan Berintegritas • Sorot Fakta Tanpa Kompromi • Mengungkap Fakta Demi Kebenaran • Fakta Bicara, Kami Menyuarakan • Suara Fakta untuk Keadilan
─────────────────────────────────────────

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *