Viral di TikTok, Dituding Hendak Minta Jatah, Bahar dan Otib Membantah Keras: “Kami Dirugikan dan Akan Tempuh Jalur Hukum”

TANGERANG, tipikorinvestigasinews.id
‎Sebuah video yang diunggah akun TikTok bernama Teng_nina mendadak viral dan menuai kontroversi. Dalam video tersebut, tampak seorang perempuan dengan nada tegas menanyai tiga pria yang disebut-sebut hendak “meminta jatah” di lokasi proyek penarikan kabel fiber optic di wilayah Teluknaga, Kabupaten Tangerang.

‎Perempuan yang merekam menggunakan kamera ponsel itu melontarkan pernyataan dengan nada layaknya aparat, mempertanyakan keberadaan para pria tersebut yang tengah duduk di atas motor

Sisipan Tangkapan Layar Vidio Akun Tiktok Teng_nina

 

Sisipan Tautan Akun vidio Tiktok Teng_nina

https://vt.tiktok.com/ZSS2h2T3f/

‎”Maaf bang, emang orang mana? Maksudnya emang temennya mau apa? Kalau gak ada urusannya soal PLN ini gak ada soal minta jatah, gak ada urusannya. Kan punya wilayah masing-masing. Jangan bikin malu orang sini bang. Kalau orang sini gak ada yang minta-minta jatah. Saya rekam, saya viralin nih,” ujar akun Teng_nina dalam video yang kini tengah viral tersebut

‎Namun tudingan dalam video tersebut langsung dibantah tegas oleh salah satu pria yang ada dalam video, Bahar. Saat dihubungi via sambungan WhatsApp, Senin (28/7/2025), Bahar menyesalkan tindakan sepihak perekaman video tanpa izin.

‎”Awalnya kita gak tahu-menahu, cuma lagi duduk di atas motor. Tiba-tiba cewek itu datang, nyodorin kamera handphone sambil nanya-nanya maksud dan tujuan. Ya kita gak mau ngeladenin, makanya kita pilih menghindar,” ujar Bahar.

‎Senada, pria lain yang disebut-sebut dalam video tersebut, Otib atau yang akrab disapa Ucok, juga membantah keras tudingan itu. Ia mengaku hanya ingin mengonfirmasi soal kegiatan penarikan kabel di lokasi tersebut.

‎”Malam itu saya datang ke lokasi proyek penarikan kabel fiber optic, hanya ingin menanyakan alamat nama kampung tersebut kepada perempuan itu, Tapi dia malah balik bertanya, ‘mau apa?’ dan saya jawab, cuma mau konfirmasi,” jelas Otib yang juga dikenal sebagai penggiat kontrol sosial di sebuah lembaga.

‎Otib bahkan mengaku sempat berinisiatif untuk menghubungi koordinator lapangan proyek demi menjaga komunikasi yang baik dan terbuka. Namun tak disangka, ia justru mendapat perlakuan tidak menyenangkan.

‎”Saya lagi komunikasi sama pihak pelaksana lapangan, tiba-tiba ibu-ibu itu teriak dan maki-maki saya dengan kata-kata kasar seperti ‘anjing’, ‘bangsat’, dan ‘pergi lu’ — itu sangat tidak pantas,” ungkapnya.

‎Baik Bahar maupun Otib menegaskan bahwa mereka sama sekali tidak pernah menyebut soal “jatah” seperti yang ditudingkan dalam video. Mereka menyayangkan sikap akun TikTok Teng-nina yang dinilai mencemarkan nama baik secara sepihak tanpa verifikasi.

‎Atas kejadian tersebut, Otib menyatakan sedang mempertimbangkan upaya hukum untuk memulihkan nama baiknya.

‎”Video ini sudah mencemarkan nama saya. Saya dirugikan. Saya akan konsultasi dengan pihak berwenang dan mengambil langkah hukum kalau perlu,” tegasnya.

‎Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pemilik akun TikTok Ten-nina. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kehati-hatian dalam menggunakan media sosial, terlebih ketika menyangkut tuduhan serius yang dapat merusak reputasi seseorang.

Pewarta: Bahrudin(baharmawuk) kaperwil Tipikor investigasi news

TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID
⚖️ Tegakkan Keadilan, Perjuangkan Kebenaran
PERINGATAN: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial dan dikomersilkan tanpa seizin redaksi.

Pos terkait

banner 468x60 ____________________________________________banner 728x250
T I P I K O R
INVESTIGASI NEWS.ID
BREAKING NEWS
BERITA TERUPDATE • INFORMASI LINTAS DAERAH • MEDIA. NASIONAL TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID • Menyajikan BERITA TERKINI • UNGKAP FAKTA • SOROT • KASUS • Investigasi Tajam, Informasi Terpercaya • Tegas, Jujur, dan Berintegritas • Sorot Fakta Tanpa Kompromi • Mengungkap Fakta Demi Kebenaran • Fakta Bicara, Kami Menyuarakan • Suara Fakta untuk Keadilan
─────────────────────────────────────────

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *