Aceh Singkil ~ tipikorinvestigasinews.id ~ Suasana khidmat menyelimuti kediaman Bapak Masudin Berampu di Desa Siti Ambia, Kecamatan Singkil, pada Rabu (06/05/2026). Wakil Bupati Aceh Singkil, H. Hamzah Sulaiman, SH, hadir langsung dalam acara Khunduri dan doa bersama para Calon Jamaah Haji (CJH) untuk memberikan arahan strategis menjelang keberangkatan ke Tanah Suci melalui Emberkasi Aceh.


Dalam sambutannya, Hamzah Sulaiman menekankan pentingnya pemahaman skala prioritas dalam menjalankan rukun Islam kelima tersebut. Beliau mengingatkan agar jamaah tidak terjebak pada ambisi mengejar amalan sunnah hingga mengabaikan kewajiban utama yang menjadi penentu sahnya haji.

“Fokuslah pada hal-hal yang diwajibkan terlebih dahulu. Setelah itu terpenuhi, barulah beralih ke yang sunnah. Haji adalah ibadah fisik yang berat, jadi saya minta Bapak dan Ibu benar-benar menjaga kesehatan dan memperbanyak doa,” tegas Hamzah.

Pesan senada disampaikan oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Singkil, Ustadz Roesman Hasmi. Dalam tausiyahnya, beliau memberikan bimbingan teknis mengenai tata cara pelaksanaan haji yang benar sesuai syariat.
Pilar Utama: Jamaah diminta memahami detail rukun haji agar tidak terjadi kesalahan fatal di lapangan.
Efisiensi Tenaga: Menghindari aktivitas yang tidak perlu agar energi tetap terjaga untuk puncak ibadah haji (Wukuf).
Momentum Kebersamaan dan Doa
Acara khunduri ini bukan sekadar seremoni pelepasan, melainkan wadah silaturahmi untuk saling memaafkan dan mempererat solidaritas antar-jamaah sebelum menempuh perjalanan jauh.
Turut hadir dalam acara tersebut tokoh masyarakat, perangkat desa, serta keluarga besar jamaah yang memberikan dukungan moril.
Kegiatan yang berlangsung di rumah Bapak Masudin Berampu ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat, memohon keselamatan dan kelancaran agar seluruh jamaah asal Desa Siti Ambia dapat meraih gelar Haji yang Mabrur.
Poin Utama Pesan Keberangkatan:
1. Manajemen Ibadah: Utamakan Rukun dan Wajib Haji di atas amalan sunnah.
2. Manajemen Kesehatan: Menjaga kebugaran fisik sebagai modal utama beribadah.
3. Manajemen Spiritual: Memperbanyak doa dan menjaga keikhlasan niat.{*}
Laporan : Khalikul Sakda.







____________________________________________