Sulteng, Kabupaten Morowali-tipikorinvestigasinews.id-Warga masyarakat Desa Nambo, Kecamatan Bungku Timur, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, kembali berencana melakukan aksi protes terhadap Kepala Desa (Kades) SMB. Desakan tersebut terkait pembagian dana sewa jetty yang dinilai tidak merata dan tidak adil bagi warga penerima manfaat. Minggu 8 Februari 2026
Berdasarkan informasi yang dihimpun TipikorInvestigasinews.id, sejumlah warga menyebut bahwa pembagian dana sewa jetty dilakukan dengan nominal yang berbeda. Sebagian warga hanya menerima Rp1.300.000, sementara kelompok lainnya menerima hingga Rp1.900.000.
“Keputusan Kepala Desa selalu diambil sendiri tanpa musyawarah dengan warga. Akibatnya, selalu menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” ungkap salah seorang warga Desa Nambo, Minggu (8/2/2026).
Warga menjelaskan, saat ini kelompok penerima awal yang hanya memperoleh Rp1.300.000 menuntut penambahan dana sebesar Rp600.000, agar jumlah yang diterima disamakan dengan kelompok warga lain yang sebelumnya menerima dana lebih besar, termasuk kelompok yang sempat melakukan penyegelan Kantor Desa Nambo pada pekan lalu.
Menurut warga, perbedaan nominal pembagian dana tersebut tidak pernah dijelaskan secara terbuka dan tidak melalui mekanisme musyawarah desa, sehingga menimbulkan dugaan ketidakadilan dalam pengelolaan dana yang bersumber dari aset desa.
Sementara itu, upaya konfirmasi yang dilakukan awak media TipikorInvestigasinews.id kepada Kepala Desa Nambo belum membuahkan hasil. Kepala desa tidak berada di tempat, baik saat didatangi ke kantor desa maupun ke kediaman pribadinya.
Berdasarkan informasi yang berkembang di Desa Nambo, Kepala Desa saat ini diketahui masih berada di Kota Palu dengan alasan urusan dinas.
Teguran Redaksi
Redaksi TipikorInvestigasinews.id menegaskan bahwa setiap kebijakan kepala desa yang menyangkut dana publik wajib dilakukan secara transparan, adil, dan melalui musyawarah bersama masyarakat.
Pembagian dana yang tidak merata tanpa penjelasan terbuka berpotensi memicu konflik sosial serta merusak kepercayaan warga terhadap pemerintah desa.
Kepala Desa Nambo diingatkan agar segera kembali ke desa, membuka ruang dialog, dan menyelesaikan persoalan ini secara bijak dan terbuka, demi menjaga kondusivitas serta mencegah persoalan ini berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
Pewarta: M. Arsyad







____________________________________________
