Pidie Jaya Tipikorinvestigasinews.id Jumat, 7 Maret 2025 – Sejumlah warga di Kabupaten Pidie Jaya mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap PLN Aceh akibat pemadaman listrik yang terjadi di bulan suci Ramadan. Pemadaman ini dinilai sangat mengganggu aktivitas keagamaan dan perekonomian masyarakat, terutama pada malam hari ketika umat Islam melaksanakan ibadah tadarus di masjid dan meunasah.
Salah satu warga yang merasa kecewa adalah Usman Ismail, penduduk Gampong Lancang, Kecamatan Bandar Baru. Ia menyampaikan keluhannya bahwa pemadaman listrik sangat mengganggu kekhusyukan dalam menjalankan ibadah Ramadan. “Bulan suci ini adalah waktu yang penuh berkah, di mana kami ingin memperbanyak ibadah, terutama tadarus Al-Qur’an di masjid dan meunasah. Namun, dengan seringnya listrik padam, kami kesulitan dalam melaksanakan ibadah ini dengan nyaman,” ujarnya.
Kekecewaan serupa juga disampaikan oleh M. Yacob Harun, seorang pedagang kopi yang menggantungkan usahanya pada pasokan listrik. Menurutnya, pemadaman listrik yang terjadi di malam hari sangat berdampak pada usaha kecil seperti warung kopi yang menjadi tempat
berkumpulnya masyarakat selepas tarawih. “Kami sangat bergantung pada listrik, terutama untuk penerangan dan peralatan usaha. Kalau listrik sering mati, pelanggan pun enggan datang, dan ini jelas merugikan kami sebagai pedagang kecil,” keluhnya.
Selain menghambat aktivitas ibadah dan usaha masyarakat, pemadaman listrik juga dikeluhkan oleh pelajar dan mahasiswa yang sedang belajar atau mengerjakan tugas mereka di malam hari. Banyak dari mereka yang kesulitan untuk fokus belajar akibat kurangnya penerangan.
Hingga saat ini, warga mengaku belum mendapatkan penjelasan resmi dari pihak PLN terkait penyebab pemadaman listrik yang sering terjadi di daerah mereka. Masyarakat berharap agar PLN Aceh segera mencari solusi dan
Syarli aceh






____________________________________________
