TIPIKORINVESTIGASINEWS.ID.
Jakarta Pusat – Empat orang kuli bangunan di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, mengaku ditelantarkan oleh mandor mereka yang bernama Dadang. Pria tersebut diduga kabur tanpa memberikan upah atas pekerjaan yang sudah dikerjakan para pekerja di proyek pembangunan pos penjagaan, Selasa (11/11/2025).
Mara: Kami Hanya Ingin Dibayar dan Bisa Pulang
Salah satu kuli bangunan bernama Mara, asal Rangkas Bitung, Banten, menceritakan bahwa ia dan tiga rekannya kini kebingungan harus mengadu ke mana. Mereka mengaku telah bekerja beberapa waktu di proyek yang disebut milik PPKK, namun hingga kini belum menerima bayaran.
Dari empat kuli bangunan yang kini telantar tersebut, dua orang diketahui berasal dari Jawa, dan dua lainnya dari Rangkas Bitung, Banten.
Proyek Diduga Milik Pemerintah, Tanpa Papan Informasi
Selain dugaan mandor kabur, proyek pembangunan tersebut juga disorot karena minim pengawasan. Berdasarkan pantauan di lapangan, tidak ditemukan papan informasi proyek, padahal hal itu merupakan kewajiban dalam proyek pemerintah agar publik mengetahui sumber dan tujuan pembangunan.
Keempat kuli bangunan tersebut menyebut proyek itu dikerjakan di bawah pihak PPKK, yang diduga merupakan instansi pemerintah. Namun, belum ada kepastian mengenai siapa pihak penanggung jawab sebenarnya di lapangan.
Belum Ada Konfirmasi dari PPKK dan Mandor
Hingga berita ini diterbitkan, mandor Dadang belum dapat dikonfirmasi terkait dugaan penelantaran empat kuli bangunan itu. Sementara pihak PPKK juga belum memberikan tanggapan resmi atas persoalan ini.
Empat kuli bangunan tersebut kini masih bertahan di lokasi proyek sambil berharap ada pihak yang peduli dan membantu mereka mendapatkan hak upah yang belum dibayarkan.
Red,”( A I N ).







____________________________________________