Subulussalam | tipikorinvestigasinews.id ~ Sebuah catatan sejarah spiritual terukir di Aula Pondok Pesantren Terpadu Raudhatul Jannah, Kota Subulussalam. Sazqia Amanda, santriwati asal Aceh Singkil, berhasil menuntaskan setoran hafalan (Tasmi’) 30 Juz Al-Qur’an hanya dalam waktu 1×24 jam. Prestasi langka ini menjadi buah bibir dalam prosesi Wisuda Angkatan XIV yang digelar pada Senin (20/4/2026).

Sazqia, yang merupakan putri ketiga dari Camat Kuala Baru, Mansurdin SE., menunjukkan ketahanan mental dan spiritual yang luar biasa. Ia memulai prosesi tasmi’ pada Minggu (19/4) dan berhasil menyelesaikannya tepat sebelum hari wisuda, sebuah pencapaian yang menurut pihak pesantren belum pernah terjadi lagi dalam enam tahun terakhir.

Dedikasi Tanpa Jeda: 12 Jam Efektif:
Direktur Tahfiz Qur’an Pesantren Raudhatul Jannah, Ustazah Mardiati, mengungkapkan kekagumannya atas disiplin tinggi yang ditunjukkan Sazqia.
“Ini adalah prestasi luar biasa. Sejak enam tahun lalu, baru tahun ini ada santri yang mampu menyetorkan 30 juz hanya dalam satu hari satu malam. Sazqia benar-benar membatasi waktu istirahatnya; ia hanya berhenti saat waktu shalat dan makan.

Jika dihitung waktu bersihnya, ia menuntaskan setoran tersebut dalam tempo 12 jam,” ujar Ustazah Mardiati.
Atas dedikasi tersebut, Sazqia Amanda dinobatkan sebagai Alumni Terbaik Tahfiz Qur’an Tahun 2026.
Apresiasi dan Hadiah Religi:
Pimpinan Pondok Pesantren Raudhatul Jannah, Abuya Amrullah, memberikan penghargaan khusus sebagai bentuk motivasi. Selain sertifikat kelulusan, Sazqia menerima:
Pembukaan Rekening Tabungan Haji (ONH) secara gratis sebagai stimulan ibadah ke tanah suci.
Voucher Tabungan senilai Rp500.000 dari BSI Cabang Meulaboh.
“Kami berharap ilmu ini tidak hanya menjadi kebanggaan di atas kertas, tetapi dijaga melalui muraja’ah dan memberi manfaat bagi umat,” pesan Abuya Amrullah di hadapan 63 wisudawan lainnya.
Lahir dari Keluarga Penjaga Al-Qur’an
Prestasi Sazqia Amanda ternyata bukan kebetulan. Gadis kelahiran 12 November 2007 ini tumbuh di lingkungan keluarga yang mencintai Al-Qur’an. Kedua kakaknya, Sri Suryani Ningsih dan Aisyah Hafitdz, juga merupakan hafizah 30 juz alumni pesantren yang sama.
Sang ayah, Mansurdin, tak mampu menyembunyikan rasa harunya saat menyaksikan putri ketiganya itu diwisuda.
“Saya sangat bersyukur dan bangga. Allah menitipkan amanah besar berupa tiga putri yang semuanya hafizah 30 juz. Ini adalah anugerah sekaligus tanggung jawab bagi saya untuk terus menjaga mereka,” ucap Mansurdin dengan nada getir bahagia.
Capaian Akademik Pesantren:
Selain prestasi tahfiz, Pesantren Raudhatul Jannah juga mencatatkan keberhasilan akademik yang signifikan tahun ini. Dari 63 lulusan, sebanyak 43 santri dilaporkan telah diterima di berbagai universitas ternama, mulai dari UIN Ar-Raniry Banda Aceh, UIN Imam Bonjol Padang, hingga perguruan tinggi di Jakarta, Yogyakarta, dan Medan.
Sazqia Amanda sendiri menempuh perjalanan pendidikan yang konsisten, mulai dari MIN Pasar Singkil, kemudian menuntaskan jenjang MTs hingga tingkat Aliyah/Tahfiz selama enam tahun penuh di Pesantren Raudhatul Jannah.[]
Laporan : Khalikul Sakda.







____________________________________________