Aceh Singkil | tipikorinvestigasinews.id ~ Bupati Aceh Singkil, H. Safriadi Oyon, SH, secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Kabupaten (RKPK) Tahun 2027 pada Selasa (21/04) yang berlangsung di Aula Bapedda Pulo Sarok Singkil.

Dalam sambutan yang penuh penekanan, Bupati menegaskan bahwa tahun 2027 akan menjadi titik balik bagi Aceh Singkil untuk keluar dari belenggu kemiskinan ekstrem melalui akselerasi infrastruktur dan penguatan konektivitas wilayah.
Membawa tema besar “Peningkatan Infrastruktur dan Konektivitas Mewujudkan Aceh Singkil Makmur dan Berdaya Saing,” forum ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan ruang perumusan strategi untuk menjawab tantangan riil di lapangan.

Bupati tidak menampik realita angka kemiskinan Aceh Singkil yang mencapai 17,07% pada tahun 2025 angka tertinggi di Provinsi Aceh. Beliau menyebut data tersebut sebagai “alarm” yang menuntut aksi luar biasa.
“Ini adalah tantangan yang harus kita jawab dengan kerja nyata. Pada tahun 2027, kita mematok target ambisius namun terukur: menurunkan angka kemiskinan ke kisaran 15-16%. Caranya bukan hanya melalui bantuan sosial, tapi dengan memperkuat sektor produksi masyarakat seperti perkebunan, pertanian, dan perikanan,” tegas H. Safriadi Oyon.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Singkil menetapkan enam prioritas pembangunan untuk tahun 2027, yakni:
1. Akselerasi Ekonomi & Pengentasan Kemiskinan.
2. Modernisasi Infrastruktur & Konektivitas.
3. Transformasi SDM Unggul (Pendidikan & Kesehatan).
4. Reformasi Birokrasi (Clean & Good Governance).
5. Kelestarian Lingkungan & Ketahanan Bencana.
6. Adaptasi Perubahan Iklim.
Secara makro, Pemkab menargetkan pertumbuhan ekonomi di level 4-5%, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ke angka 72-73 poin, serta menekan tingkat pengangguran terbuka hingga di bawah 4%.
Infrastruktur: Memutus Isolasi, Menjemput Peluang Danau Toba:
Salah satu poin krusial dalam Musrenbang ini adalah percepatan proyek strategis jalan dan jembatan. Bupati menekankan pentingnya akses yang menghubungkan pusat ekonomi antar-desa dan antar-kabupaten.
Beberapa proyek vital yang didorong untuk segera dituntaskan meliputi:
Percepatan Jalan dan Jembatan Kuala Baru Trumon (Menembus isolasi wilayah pesisir).
Pembangunan Ruas Simpang Keras – Sibagindar.
Peningkatan Jalan Singkil – Lipat Kajang.
Pemeliharaan Ruas Telaga Bakti – Batas Aceh Selatan.
“Aceh Singkil kini telah didaulat sebagai **daerah penyangga pengembangan pariwisata Danau Toba. Ini peluang emas. Kita harus siap secara infrastruktur agar wisatawan dan aliran logistik dari dan menuju Danau Toba dapat singgah dan menggerakkan ekonomi di Aceh Singkil, khususnya di Kepulauan Banyak,” tambahnya.
Inovasi Pendanaan dan Disiplin Eksekusi:
Menyadari keterbatasan APBK, Bupati menginstruksikan seluruh jajaran SKPK untuk tidak hanya bekerja secara rutin. Beliau menekankan pentingnya Inovasi Pendanaan melalui koordinasi aktif dengan Pemerintah Aceh (APBA) dan Pemerintah Pusat (APBN).
“Setiap rupiah dari anggaran harus berdampak langsung pada daya beli masyarakat. Tidak boleh ada program yang sekadar menyalin dari tahun lalu tanpa dampak nyata. Saya pastikan, kinerja setiap perangkat daerah akan dievaluasi secara disiplin. Kita butuh tim yang solid, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan rakyat,” pungkasnya sebelum secara resmi membuka acara dengan pembacaan Basmalah.
Kegiatan Musrenbang ini dihadiri oleh pimpinan DPRK Aceh Singkil, unsur Forkopimda, perwakilan Bappeda Aceh, tokoh masyarakat, akademisi, serta delegasi dari berbagai sektor yang akan merumuskan detail program pembangunan Aceh Singkil untuk tahun 2027.[]
Laporan : Khalikul Sakda.







____________________________________________