ACEH SINGKIL | tipikorinvestigasinew.id ~ Suasana haru biru menyelimuti pendopo Kabupaten Aceh Singkil pada Senin (11/05/2026). Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil menggelar upacara adat Peusejuk (tepung tawar), pemberian Bungong Jaroe, sekaligus melepas secara resmi Calon Jamaah Haji (CJH) yang tergabung dalam Kloter 12 Embarkasi BTJ Aceh Tahun 1447 H/2026 M.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri langsung oleh Bupati Aceh Singkil, H. Safriadi Oyon, didampingi Wakil Bupati H. Hamzah Sulaiman, jajaran Forkopimda, tokoh ulama, serta seluruh kepala SKPK.
Ritual Adat: Simbol Restu dan Keselamatan
Prosesi Peusejuk menjadi puncak emosional acara. Ritual adat Aceh ini dilakukan sebagai simbol permohonan restu kepada Sang Khalik agar para jamaah diberikan kekuatan fisik, ketenangan batin, dan perlindungan selama menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci.
“Pertemuan ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum spiritual yang mendalam. Kita melepas saudara-saudara kita menjadi tamu Allah dengan iringan doa terbaik agar kembali ke Bumi Syekh Abdurrauf As-Singkily sebagai haji yang mabrur,” ujar Bupati Safriadi dalam sambutannya yang menggetarkan.
Tiga Pesan Penting Bupati untuk Jamaah
Mengingat tantangan cuaca dan kepadatan jadwal ibadah di Arab Saudi, Bupati menitipkan tiga poin utama bagi para jamaah:
1. Manajemen Kesehatan: Jamaah diminta disiplin mengatur pola istirahat dan menjaga hidrasi dengan memperbanyak minum air putih.
2. Solidaritas Tanpa Batas: Mengingat jamaah berasal dari berbagai latar belakang, Bupati menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan saling membantu antar sesama jamaah asal Aceh Singkil.
3. Kepatuhan pada Petugas: Demi kelancaran sirkulasi ibadah di tengah jutaan manusia, jamaah wajib mengikuti instruksi tim pembimbing haji.
Harapan bagi Daerah
Selain melepas keberangkatan, Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil berharap kepulangan jamaah nantinya membawa keberkahan kolektif bagi daerah. “Doakan daerah kita agar senantiasa dalam kedamaian dan kesejahteraan saat kalian berada di tempat-tempat mustajab nanti,” tambah Bupati.
Acara ditutup dengan pemberian Bungong Jaroe sebagai bekal kasih sayang dari pemerintah daerah, dilanjutkan dengan sesi jabat tangan terakhir yang diwarnai isak tangis bahagia dari keluarga jamaah yang memadati lokasi acara.{*}
Laporan : Khalikul Sakda







____________________________________________
