Kubu Raya Kalbar,http://Tipikorinvestigasnews.id–
Ketua Bala Adat Dayak Kabupaten Kubu Raya,Kalimantan barat Ulianus*, menegaskan kekecewaannya atas pemadaman listrik yang berlarut-larut di Kalimantan Barat. Ia menyebut kondisi ini sangat merugikan masyarakat dan mendesak PT PLN segera menyelesaikan perbaikan. /4/7/2026/
Ulianus menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan PLN dan Pertamina untuk mencari penyebab. Awalnya sempat ada dugaan gangguan pada pasokan bahan bakar.
“Kami telah menyampaikan hal ini kepada pihak PLN maupun Pertamina, sempat menduga ada kaitannya dengan pasokan bahan bakar. Namun ternyata penyebabnya adalah kerusakan mesin pembangkit. Kami memohon agar perbaikan dilakukan secepatnya,” tegas Ulianus.
*Dampak ke Warga Sangat Berat*
Menurutnya, dampak paling terasa ada pada ibu rumah tangga dan pelaku UMKM. Aktivitas harian menjadi terhenti karena tidak ada listrik.
“Warga merasa kecewa berat atas penanganan pihak PLN. Gangguan ini sangat merugikan masyarakat, khususnya ibu rumah tangga yang mengeluhkan pekerjaan rumah tangga, memasak, dan kebutuhan sehari-hari lainnya menjadi terhambat dan tidak selesai.”
Dukung Perintah Gubernur, Desak Eksekusi CepatUlianus juga menyinggung perintah Gubernur Kalimantan Barat, *Ria Norsan*, yang telah meminta PLN segera bertindak.
“Gubernur Kalimantan Barat Bapak Ria Norsan dengan tegas memerintahkan kepada petugas PLN agar kerusakan mesin tersebut segera diperbaiki dan masalah ini segera diselesaikan. Dengan ini kami menuntut pihak PLN segera menindaklanjuti perintah tersebut, memperbaiki kerusakan, dan mengembalikan aliran listrik secepatnya,” ujarnya.
Pertanyakan Ada Unsur Politik Lebih jauh, Ketua Umum Bala Adat Dayak Kubu Raya ini melontarkan pertanyaan kritis terkait berulangnya pemadaman.
“Kami dari Ormas Bala Adat Dayak mengecam keras pemadaman listrik yang berlarut-larut dan terus terjadi di berbagai wilayah. Kami mempertanyakan apakah ada unsur kepentingan politik di balik hal ini? Jangan sampai rakyat yang sudah serba kesulitan justru semakin dipersulit.”
Hingga berita ini diturunkan, pihak PLN Kalbar belum memberikan keterangan resmi terkait kapan perbaikan mesin pembangkit akan rampung dan kapan pasokan listrik normal kembali.
WARTAWAN NASIONAL.M.ABDUL GHOFAR.







____________________________________________
