Sumbawa Barat_12 juli 2026 ,http://tipikorinvestigasinews.id – Kelangkaan gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram yang belakangan terjadi di wilayah Kecamatan Maluk menjadi perhatian serius berbagai pihak. Menyikapi kondisi tersebut, Kepala Desa Pasir Putih mendorong Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar mengambil peran aktif dalam membantu menstabilkan distribusi LPG 3 kg demi memenuhi kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, keberadaan BUMDes dapat menjadi salah satu solusi dalam memperpendek rantai distribusi sehingga masyarakat lebih mudah memperoleh gas bersubsidi dengan harga yang sesuai ketentuan pemerintah. Selain itu, keterlibatan BUMDes diharapkan mampu meningkatkan pengawasan terhadap penyaluran LPG agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
“Kebutuhan masyarakat terhadap LPG 3 kilogram sangat tinggi. Karena itu diperlukan langkah nyata agar pasokan tetap tersedia dan mudah dijangkau warga. BUMDes memiliki potensi untuk ikut membantu mengelola distribusi secara transparan dan berpihak kepada masyarakat,” ujarnya.
Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah warga di Kecamatan Maluk mengaku kesulitan mendapatkan tabung LPG 3 kilogram. Kalaupun tersedia, masyarakat menyebut harga di tingkat pengecer kerap melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET), sehingga semakin membebani ekonomi keluarga, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah, pelaku UMKM, pedagang kecil, dan nelayan.
Kondisi tersebut mendorong pemerintah desa untuk mencari berbagai alternatif solusi. Salah satu gagasan yang dinilai layak dikembangkan adalah menjadikan BUMDes sebagai mitra resmi dalam pendistribusian LPG bersubsidi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan sistem yang lebih terkontrol, distribusi diharapkan menjadi lebih merata, transparan, dan mampu meminimalkan praktik penimbunan maupun penjualan di atas harga yang telah ditetapkan.
Selain itu, Kepala Desa Pasir Putih juga mengajak pemerintah daerah, Pertamina, serta instansi terkait untuk memperkuat koordinasi dalam memastikan ketersediaan stok LPG di wilayah Kecamatan Maluk. Pengawasan terhadap jalur distribusi dinilai penting agar subsidi pemerintah benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak.
Ia berharap usulan tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan bagi para pemangku kebijakan sehingga persoalan kelangkaan LPG 3 kilogram tidak terus berulang. Menurutnya, apabila BUMDes diberi ruang untuk berperan sesuai mekanisme yang berlaku, manfaatnya tidak hanya dirasakan masyarakat dalam memperoleh LPG, tetapi juga dapat memperkuat perekonomian desa melalui pengembangan unit usaha yang dikelola secara profesional.
Masyarakat pun berharap persoalan kelangkaan LPG 3 kilogram segera mendapat solusi konkret. Ketersediaan gas bersubsidi sangat penting karena menjadi kebutuhan pokok rumah tangga maupun pelaku usaha mikro yang bergantung pada pasokan LPG setiap hari.
Dengan adanya sinergi antara pemerintah desa, pemerintah daerah, Pertamina, dan BUMDes, diharapkan distribusi LPG 3 kilogram di Kecamatan Maluk dapat berjalan lebih baik, tepat sasaran, serta memberikan kepastian bagi masyarakat untuk memperoleh gas bersubsidi dengan mudah dan harga yang sesuai ketentuan. (Abidin)







____________________________________________
