WEETABULA, 14 Juli 2026,http://tipikorinvestigasinews.id
– Polemik terkait dugaan intervensi dalam Program Revitalisasi Sekolah Tahun Anggaran 2026 di SD Masehi (SDM) Waikadada, Kecamatan Kodi Bangedo, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), kini menemui titik terang. Pihak-pihak terkait dilaporkan telah duduk bersama dan menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan di kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumba Barat Daya.
Guna memenuhi asas keberimbangan berita (cover both sides), tim redaksi berhasil menemui Gerard Kelumbang, pihak yang sebelumnya diinisialkan sebagai DK, di Weetabula. Dalam pertemuan tersebut, Gerard memberikan klarifikasi resmi mengenai duduk perkara dan status pelaksanaan proyek revitalisasi tersebut.
Berjalan Sesuai Prosedur dan Dokumen Resmi
Gerard Kelumbang menegaskan bahwa seluruh proses pelaksanaan kegiatan di lapangan telah berjalan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Ia menjelaskan bahwa komitmen kerja sama tersebut didasarkan pada dokumen legal yang sah dan telah ditandatangani oleh para pihak.
“Semua sudah sesuai ketentuan yang berlaku, berdasarkan kesepakatan yang dituangkan melalui Surat Berita Acara Pemilihan dan Pembentukan Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan SDM Waikadada, serta dokumen Pakta Integritas yang sudah sah bermeterai,” ujar Gerard kepada media.
Ia juga meluruskan bahwa narasi ketegangan yang sempat beredar sebelumnya murni merupakan dinamika miskomunikasi di lapangan, bukan bentuk intervensi sepihak atau tekanan psikologis.
Penyelesaian Bijak di Dinas P&K Sumba Barat Daya
Lebih lanjut, Gerard menyampaikan bahwa pada hari ini, perwakilan pihak sekolah, komite, dan dirinya telah melangsungkan pertemuan formal di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten SBD. Pertemuan yang dimediasi oleh instansi terkait tersebut berlangsung kondusif dan menghasilkan kesepakatan positif.
“Tadi kami sudah ada pertemuan di dinas, jadi kami sudah clear. Sudah tidak ada masalah lagi, kita juga tidak saling memvonis si A atau si B. Persoalan dengan Ibu Kepala Sekolah dan Ketua Komite sudah selesai. Kita sepakat pekerjaan ini tetap dilanjutkan demi kebaikan bersama,” jelas Gerard.
Gerard menambahkan, prioritas utama saat ini adalah memastikan hak belajar siswa tidak dikorbankan akibat penundaan fasilitas. Program revitalisasi ini dinilai sangat krusial mengingat kondisi fisik gedung SDM Waikadada yang sudah puluhan tahun belum mendapatkan perbaikan menyeluruh.
“Kondisi sekolah di sana memang sudah layak untuk dibantu. Banyak bagian pintu, lantai, dan gedung yang sudah bolong. Melalui program ini, kita semua berharap kualitas fasilitas pendidikan bagi anak-anak di Kodi Bangedo bisa jauh lebih baik,” tambahnya. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan media untuk ikut serta mengawal jalannya pembangunan agar memberikan manfaat maksimal.
Redaksi Masih Membuka Ruang Konfirmasi Kepala Sekolah
Sebagai bentuk komitmen terhadap Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik, tim redaksi saat ini terus berupaya menghubungi Kepala Sekolah SDM Waikadada guna mendapatkan konfirmasi langsung terkait hasil pertemuan di Dinas P&K SBD tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih menunggu tanggapan resmi dari pihak Kepala Sekolah. Ruang hak jawab dan hak koreksi akan tetap disediakan sepenuhnya oleh media demi menjaga profesionalisme, akurasi, dan keberimbangan informasi yang disajikan kepada publik.
Pihak redaksi juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah bersikap kooperatif dan terbuka dalam memberikan data serta klarifikasi, sehingga pemberitaan ini dapat tersaji secara objektif dan edukatif bagi masyarakat. (Tim/Red)
Reporter: Gunter Guru Ladu Meha







____________________________________________
