Dairi, http://tipikorinvestigasinews.id – Dua anak di Desa Tambahan, Dusun VI Ingin Maju, Kecamatan Siempat Nempu Hulu, Kabupaten Dairi, dilaporkan meninggal dunia setelah ditemukan di dalam bak kontrol PAM desa pada Kamis, 9 Juli 2026.
Informasi mengenai peristiwa tersebut baru diterima redaksi TipikorInvestigasinews.id pada Rabu, 15 Juli 2026, karena keterlambatan penyampaian informasi dari warga setempat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedua korban berinisial Br. Munte dan Br. Bancin, masing-masing berusia sekitar 8 dan 9 tahun. Menurut keterangan salah seorang warga, kedua anak tersebut diduga terjatuh dan tersedot ke dalam bak kontrol saat bermain di sekitar lokasi. Warga menyebutkan bahwa saat kejadian bak kontrol tersebut tidak memiliki penutup.
Untuk mengonfirmasi informasi tersebut, tim TipikorInvestigasinews.id mendatangi Kantor Desa Tambahan pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 14.20 WIB. Namun, karena Kepala Desa sedang tidak berada di kantor, tim media menemui Kepala Dusun VI Ingin Maju.

Kepala dusun membenarkan adanya peristiwa meninggalnya dua anak warga di bak kontrol PAM desa tersebut. Saat dimintai keterangan mengenai kondisi pengamanan bak kontrol, ia menjelaskan bahwa sebelumnya pihak desa telah memasang jaring pengaman serta penghalang berupa pecahan kaca di sekitar lokasi. Namun, menurutnya, fasilitas tersebut telah dirusak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Usai dari kantor desa, tim media meninjau langsung lokasi kejadian. Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, kondisi bak kontrol dinilai masih memerlukan perhatian dari sisi keselamatan, antara lain:
- Tidak terdapat pagar pengaman di sekeliling bak kontrol.
- Penutup bak saat ini hanya menggunakan tiga lembar seng dengan penyangga kayu berukuran sekitar 2 x 2 sentimeter. Menurut keterangan warga, sebelum peristiwa terjadi bak kontrol tersebut tidak memiliki penutup sama sekali.
- Tidak terdapat rambu atau papan peringatan yang menginformasikan adanya potensi bahaya di sekitar lokasi.
Salah seorang warga yang ditemui di sekitar lokasi berharap pemerintah segera melakukan perbaikan.
“Anak-anak sering bermain di sini. Kami khawatir jika kayu penyangga lapuk atau penutup tidak memadai, kejadian serupa dapat terulang. Kami berharap Pemerintah Kabupaten Dairi segera memberikan perhatian agar tidak ada lagi korban jiwa,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun instansi terkait mengenai penyebab pasti peristiwa tersebut maupun langkah-langkah penanganan yang akan dilakukan.
Pewarta: Samuel Ginting







____________________________________________
