Diduga Penyaluran Dana PKH desa Salek Jaya Tidak Tepat Sasaran Untuk Juni – Juli 2025

Banyuasin-tipikorinvestigasinews.id

Kementerian Sosial untuk periode Juni – Juli 2025 menyalurkan bantuan PKH kepada masyarakat melalui Pemerintah Kecamatan dalam penyaluran bantuan tersebut tidak terlepas peran serta Kepala Desa/ Lurah yang akan mendistribusikan kepada warga masyarakat, dalam hal ini penyaluran bantuan PKH di Desa Salek Jaya Kecamatan Air Salek Kabupaten Banyuasin yang dilaksanakan masih adanya tidak tepat sasaran terutama warga yang hidup layak/ mampu masih tetap menerima penyaluran bantuan PKH dari program pemerintah ini, Kamis (24/7/2025).

Kementrian Sosial dalam hal ini Menteri Sosial telah menyampaikan pesannya kepada pihak pihak yang terkait dalam penyaluran bantuan dari program pemerintah yang ditunjuk Pendamping harus benar benar selektif dan mendata ulang bagi Penerima PKH agar yang menerima bantuan adalah tepat sasaran bukan adanya unsur subyektif. Sehingga capaian dan tujuan pemerintah meringankan dan mengurangi beban kehidupan warga masyarakat yang layak dibantu serta perlu dibantu melalui program penyaluran bantuan dari pemerintah.

Berangkat dari hal inilah awak media adanya protes dari warga masyarakat Desa Saleh Jaya Kecamatan Air Salek Kabupaten Banyuasin mewawancarai salah seorang yang mewakili warga yang kecewa dalam penyaluran bantuan PKH untuk Juni – Juli 2025 adanya unsur subyektif dan praktek tidak sehat yang dilakukan oleh oknum yang mengatas namakan orang kepercayaan Kepala Desa yang bernama Sariman dalam menyalurkan bantuan PKH kepada warga desa Salek Jaya.

Awak media mendapat keterangan langsung dari seorang warga sebut saja Widodo warga Desa Salek Jaya mempertanyakan dalam penyaluran bantuan PKH untuk Juni – Juli 2025 ini yang dilaksanakan oleh Kepala Desa yang dipercayakan kepada Sariman sebagai penyalur bantuan PKH kepada warga desa Salek Jaya.

“Mengapa Ibu saya yang lansia selalu mendapat bantuan PKH dan untuk penyaluran Juni- Juli 2025 ini tidak menerima bantuan PKH dan masih banyaknya penerima PKH yang tidak tepat sasaran tetap menerima bantuan PKH senyatanya mereka hidup layak atau mampu yang memiliki kebun luas,” Ungkap Widodo.

Lanjut Widodo menambahkan saat menayakan kepada Kepala Desa tentang berapa orang yang menerima PKH, Kepala Desa tidak tahu dan disuruh menanyakan sama perangkat desa, perangkat desapun tidak tahu bahkan disuruh tanya Sariman selaku pembantu pendamping PKH tapi dia juga tidak tahu tapi ini penuh kejanggalan? Karna dia yang mendata penerima tapi dia tidak tahu bahkan ketika saya ketempat ibu saya mendapat cerita kalau Kepala Desa datang kepada ibu saya dan berucap kalau bisa penjarakan Sariman saya lepaskan topi/jabatan sebagai kepala desa.

” Tapi ada apa sama Kepala Desa karena yang kita pertanyakan kenapa PKH Ibu saya tidak keluar tapi sampai sekarang belum ada penjelasan bahkan ketika PKH dulu keluar Ibu saya cuma dikasih Rp.700 000 dan saya dikasih tahu sama sesama penerima kalau uang keluar itu satu juta lima ratus ketika saya tanyakan kebenaranya dan ditambah Rp.300 000 kemudian di tempat penarikan uang ada juga orang bilang kalau atas nama Ibu saya cairnya satu juta lima ratus saya pertanyakan lagi walau ada perdebatan tapi mereka mengakui kalu uang tersebut memang cair seperti itu dan terpakai, kenapa kepengurusan PKH tidak bicara jujur,” Beber Widodo.

Awak media menjumpai warga desa yang yang namanya tidak mau di sebutkan ketika ditanya awak media menjelaskan.

“Dari tahun lalu sudah dikatakan agar yang menerima bantuan dari program pemerintah yang hidupnya mampu/ layak yang memiliki kebun luas agar dialihkan kepada warga masyarakat yang tepat sasaran dan masih adanya praktek pemotongan yang diterima oleh Penerima bantuan,” Ungkap warga yang tak mau disebut namanya dan Ibu Semi/Mbah itu, memang layak menerima karena dia sudah lansia dan hidup dalam keadaan kurang mampu.

Tapi ketika di konfirmasi kepada Kades Salek Jaya Edi Prianto menjelaskan.

“Saya tidak tahu kalau mau tanya sama Sariman selaku pengurus PKH dan itu sudah saya urus yang mana warga sudah mampu kita alihkan ke warga yang tidak mampu,” Terang Edi Prianto Kades Salek Jaya.

Untuk mendapatkan keterangan lebih detail, awak media ingin dapat konfirmasi dari Sariman tetapi tidak ketemu dan menghubungi melalui whatsapp pun tidak dapat dihubungi hingga berita ini di terbitkan tidak ada jawaban dari Sariman.(Oman)

TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID
⚖️ Tegakkan Keadilan, Perjuangkan Kebenaran
PERINGATAN: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial dan dikomersilkan tanpa seizin redaksi.

Pos terkait

banner 468x60 ____________________________________________banner 728x250
T I P I K O R
INVESTIGASI NEWS.ID
BREAKING NEWS
BERITA TERUPDATE • INFORMASI LINTAS DAERAH • MEDIA. NASIONAL TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID • Menyajikan BERITA TERKINI • UNGKAP FAKTA • SOROT • KASUS • Investigasi Tajam, Informasi Terpercaya • Tegas, Jujur, dan Berintegritas • Sorot Fakta Tanpa Kompromi • Mengungkap Fakta Demi Kebenaran • Fakta Bicara, Kami Menyuarakan • Suara Fakta untuk Keadilan
─────────────────────────────────────────

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *