Coreng “Butta Panrita Kitta”, Tega! Ayah di Sinjai Setubuhi Anak Kandung Sendiri.

Sinjai, tipikorinvestigasinews.id. Kasus kejahatan terhadap anak kembali mengguncang Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan — daerah yang dikenal religius sebagai Butta Panrita Kitta (tanah para ulama dan cendekiawan).

Seorang ayah kandung berinisial S (50), warga Desa Terasa, Kecamatan Sinjai Barat, tega menyetubuhi anak perempuannya sendiri yang masih berusia 12 tahun.

Kasus ini mencoreng nilai-nilai moral dan religius yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat Sinjai. Terduga pelaku, seorang petani, kini telah diamankan di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Sinjai, Selasa (7/10/2025) dini hari sekitar pukul 02.00 Wita.

“Benar, terduga pelaku sudah kami amankan di Unit PPA Polres Sinjai. Ia kami jemput langsung dari Polsek Sinjai Barat,” ungkap Kanit PPA Polres Sinjai, Ipda Andi Muh. Ailyas Sumardi, SH.

Aksi Bejat Berulang Kali Sejak 2024

Dari hasil pemeriksaan, pelaku diketahui telah melakukan perbuatan keji itu berulang kali sejak Agustus 2024, sedikitnya tujuh kali di rumahnya sendiri ketika situasi sedang sepi.

Dalam keterangannya kepada penyidik, pelaku berdalih bertindak karena stres dan kecewa ditinggalkan oleh istri keempatnya.

“Saya stres, kecewa ditinggal istri,” kata S di hadapan penyidik, sebagaimana dipantau langsung oleh awak media.

Ibu Korban Bongkar Aksi Terlarang

Kasus ini terbongkar setelah ibu kandung korban, yang juga mantan istri pelaku, mencurigai perubahan perilaku anaknya dan melapor ke pihak kepolisian.

“Saat ini terduga masih menjalani pemeriksaan intensif. Kami pastikan proses hukum berjalan transparan dan sesuai ketentuan,” tegas Ipda Ailyas.

Citra Sinjai Ternoda

Peristiwa ini memicu gelombang keprihatinan mendalam di masyarakat. Warga menilai tindakan bejat tersebut tidak hanya melukai anak yang menjadi korban, tetapi juga menodai marwah Butta Panrita Kitta — tanah yang dikenal menjunjung tinggi nilai-nilai agama, moral, dan pendidikan.

Tokoh masyarakat Sinjai berharap kejadian ini menjadi pelajaran keras bagi semua pihak untuk memperkuat pengawasan keluarga dan pendidikan moral sejak dini…..

Andi baso lolo..

PERINGATAN: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial dan dikomersilkan tanpa seizin redaksi.

Pos terkait

banner 468x60 ____________________________________________banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *