Aceh Singkil,tipikorinvestigasinews.id –Nestapa kembali menyapa petani sawit di Aceh Singkil. Harga Tandan Buah Segar (TBS) yang menjadi tumpuan utama mata pencaharian masyarakat terus mengalami penurunan, hingga kini menyentuh kisaran Rp2.300 per kilogram di tingkat petani.
Sementara itu, harga kebutuhan pokok tak henti-hentinya merangkak naik, menambah berat beban hidup di tengah ketidakpastian ekonomi.
Kondisi ini menimbulkan keresahan yang mendalam di kalangan petani. Di satu sisi, mereka harus terus bekerja di ladang demi mempertahankan kelangsungan hidup.
Di sisi lain, hasil jerih payah yang diperoleh justru tidak mampu menutupi kebutuhan sehari-hari, apalagi untuk biaya pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan lainnya yang kian menekan.
“Dulu, dengan harga segitu, kami masih bisa belanja cukup untuk keluarga. Sekarang, uang hasil panen TBS seperti tak ada artinya.
Harga sembako naik, pupuk pun langka. Kami benar-benar terjepit,” ujar salah satu petani di Kecamatan Simpang Kanan dengan nada lelah namun tetap penuh harap.
Tak hanya harga bahan pokok yang kian melambung, ketersediaan pupuk untuk sawit juga semakin sulit dijangkau. Kelangkaan ini memperparah kondisi kebun, menurunkan produktivitas, dan tentu saja, mempersempit peluang petani untuk bangkit dari tekanan ekonomi yang kian menghimpit.
Di tengah keterpurukan ini, masyarakat berharap pemerintah dan pihak-pihak terkait dapat segera turun tangan memberikan solusi nyata.
Mulai dari stabilisasi harga TBS, penyaluran pupuk subsidi yang merata dan terjangkau, hingga kebijakan strategis yang berpihak pada petani kecil sebagai tulang punggung ekonomi daerah.
Aceh Singkil, dengan potensi sawitnya yang besar, sejatinya bisa menjadi lumbung kemakmuran.
Namun jika para petaninya terus bergulat dengan harga rendah dan biaya tinggi, maka impian itu akan kian jauh dari genggaman.
Kini, yang tersisa hanyalah harapan—harapan akan datangnya angin perubahan yang mampu meniupkan kembali semangat hidup, dan membawa kembali kesejahteraan yang telah lama dinanti,
{syahdun}







____________________________________________