Bima, Nusa Tenggara Barat Tipikorinvestigasinews.id Terpantau pada Kamis 3 April 2025, hewan ternak Sapi dan Kambing beraktivitas di dekat jualan para pedagang, terutama lorong belakang pasar tersebut.
Hewan tersebut kadang memakan jualan para pedagang seperti semangka, pisang hingga sayur-sayuran.
Akibat hewan ternak yang berkeliaran hingga memakan barang dagangan membuat para pedagang resah.
Mereka pun berharap pemerintah segera melakukan tindakan terhadap hewan ternak yang keliaran di area pasar.
Suriati (56) yang ditemui di tempat dagangan tengah mengusir Hewan ternak yang mendekati jualannya.
Dia terlihat kesal karena hewan ternak itu tak henti-hentinya menganggu aktivitas jualannya.
Saat ditanya apakah setiap hari hewan ternak itu ada di sekitar area pasar, ia pun menjawab ia. Dalam kesempatan itu ia menyampaikan baru saja hewan ternak itu memakan pisang dan semangka milk pedagang.
“Setiap saat mereka ada. Biar sudah di usir tetap ada terus menerus,” buka Suriati kepada RRI Bima, Kamis (3/4/2025).
Perempuan asal Kota Bima itu mengungkapkan bahwa selama ini tidak ada penanganan serius terhadap hewan ternak yang berkeliaran di area pasar.
“Belum ada yang menangani. Kami berharap pemerintah sekarang segera menindak hewan ternak yang berkeliaran, karena sangat menganggu,” harap dia.
Selain itu, pedagang lain seperti Sri berharap pemerintah untuk menangani persoalan itu. Paling tidak mengingat kepada pemilik ternak agar tidak melepas sembarangan.
“Setiap hari pasti ada di pasar. Saya berharap pemerintah bisa menangani hal ini karena sangat menganggu aktivitas di pasar,” ungkap dia.
Sementara itu, Wali Kota Bima A Rahman Abidin menegaskan bahwa pihaknya tengah fokus untuk menata ruang kota yang indah dan bersih. Termasuk kota yang bersih akan hewan ternak yang berkeliaran di Kota.
“Saat ini kami tengah menata ulang Kota yang bersih,” ungkap A Rahman Abidin.
Kemudian beberapa waktu lalu, Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga ternak masing-masing agar tidak berkeliaran dan memastikan hewan ternak dikandangkan.
Hal ini penting untuk menghindari gangguan terhadap pengguna jalan dan menjaga ketertiban di wilayah Kota Bima.
“Kami menghimbau masyarakat agar lebih tertib dalam memelihara ternak. Ternak yang berkeliaran di jalan dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan dan mengganggu kenyamanan warga,” terang Feri Sofyan.
(Timred Tipikor Investigasi NTB)







____________________________________________