Boyolali,jawa Tengah,tipikorinvetigasinews.id – Proyek revitalisasi serta pemeliharaan jalan Pandanaran mulai berlangsung. sejak Senin (22/9/2025), beberapa alat berat terlihat mulai berdatangan.
Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Boyolali, Joko Prasetyo kepada TIpikor mengungkapkan, nantinya tahap awal proyek bernilai 22 miliar itu akan difokuskan pada sistem drainase, tunnel utilitas, dan jalur pedestrian.
Joko menjelaskan, untuk tahun anggaran 2025 tahapannya meliputi rehabilitasi drainase, relokasi utilitas, pembangunan underpass tunnel, trotoar dan landscape, serta optimalisasi jalan.
Kedepan, dimungkinkan ada tahap lanjutan, khususnya untuk penyempurnaan perkerasan,” jelas Joko, Selasa (23/9/2025).
Hal ini dilakukan karena pada titik Monumen Susu Tumpah hingga dinas arsip dan perpustakaan (Arpus) Boyolali, elevasi perkerasan eksisting sudah cukup tinggi.
Sehingga, menurut Joko, diperlukan pelapisan ulang dengan metode cold milling, yakni pengupasan aspal lama untuk menjaga elevasi jalan, pedestrian, serta lingkungan.
Joko menambahkan, hingga Senin 23 September 2025, kontraktor pelaksana sedang melakukan mobilisasi peralatan berat serta pekerjaan persiapan, meliputi pembuataan rambu lalu lintas dan pembangunan direksi keet.
“Untuk penutupan jalan masih belum dilakukan, karena kontraktor masih mendatangkan peralatan berat,” bebernya.
Diberitakan sebelumnya, DPUPR mengeluarkan anggaran sebesar Rp 22 miliar untuk program revitalisasi pedestrian serta pemeliharaan jalan pandanaran.
Nantinya, program tersebut meliputi rehabilitasi drainase, relokasi utilitas, pembangunan underpass, pembangunan trotoar dan landscape,
optimalisasi jalan pandanaran sepanjang kurang lebih 350 meter mulai daei simpang susu tumpah menuju tugu kuda simpang lima (simpang siaga) Boyolali.
Untuk memperlancar kegiatan proyek, akan ada pengalihan sementara arus lalu lintas di sekitar jalan Pandanaran dan simpang lima.
Satlantas Polres Boyolali juga sudah mengeluarkan pemberitahuan terkait pengalihan arus lalu lintas mulai tanggal 15 September-30 Desember 2025.
Salah satu pengalihan arus lalu lintas yakni pemberlakuan dua arah di sepanjang jalan Merapi-Merbabu.
Penulisan Agus chaerudin







____________________________________________
