TAMBOLAKA, http://tipikorinvestigasinews.id– Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) bersama
Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) dan DPD Tani Merdeka Indonesia (TMI) melakukan peninjauan langsung ke Desa Ramadana, SBD, Nusa Tenggara Timur 30/06/2026.
Pertemuan tersebut bersama delapan kelompok tani (poktan) ini diadakan untuk menindaklanjuti kendala realisasi penyerapan pupuk bersubsidi di lapangan.
Data resmi dari Admin Pupuk Indonesia wilayah Sumba Raya, Yulius Dama, mencatat bahwa pagu tahunan untuk Kabupaten SBD sebenarnya berada dalam jumlah yang mencukupi, yakni mencapai 13.000 ton (terdiri dari 8.000 ton NPK dan 5.000 ton Urea). Kendati alokasi kuota tersedia, para petani mengeluhkan adanya hambatan ketersediaan barang di tingkat pengecer.
Kepala Dinas Pertanian SBD, Frin Tuka, menyatakan bahwa pihaknya menaruh perhatian serius pada tata kelola manajemen Toko Matahari. Kios Pupuk Lengkap (KPL) tersebut memegang wilayah distribusi di enam kecamatan, meliputi Kodi Bangedo, Kodi Balaghar, Kodi Utara, Kodi, Kota, dan Loura.
Dinas Pertanian menerima laporan mengenai adanya indikasi prosedur penyaluran yang kurang tepat, di mana kios diduga menangguhkan penebusan ke distributor hingga dana tunai dari para petani terkumpul secara kolektif. Frin Tuka menyayangkan jika hal tersebut benar-benar terjadi, karena regulasi nasional saat ini telah dipermudah demi kelancaran petani, yaitu mekanisme penebusan mandiri menggunakan KTP yang tercatat dalam e-RDKK.
Pewarta : Gunter Guru Ladu Meha)







____________________________________________
